Reporter: Dance Henukh
Sulutnews.com.Rote Ndao – Rangkaian kunjungan strategis berlangsung Rabu, 24 Juni 2026. Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia bersama pejabat perwakilan dan mitra usaha meninjau Kawasan Industri Sentral Gatam Nasional Tambak Garam di Kecamatan Rote Timur, lalu melanjutkan perjalanan ke Kota Ba’a untuk menyambangi Sentra UMKM Tenun Ikat Khas Rote Ndao di Desa Namodale.
Rombongan yang hadir:
– Siswo Pramono, Duta Besar RI untuk Australia
– Prayoga Limantara, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Australia
– Ganis Garnisa, Konsul Ekonomi KJRI Perth
– Michael Nio, Staf Ekonomi KJRI Perth
– Tony Pekin, General Manager Marketing & Sales BCI Minerals
– David Boshoff, Managing Director BCI Minerals
Di Lokasi Tambak Garam
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan penjelasan lengkap mengenai potensi dan rencana pengembangan kawasan tersebut.
“Tambak garam ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan harapan baru bagi perekonomian Rote Ndao. Wilayah ini memiliki kondisi alam yang sangat mendukung, dan kami berkomitmen mengelolanya agar memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat serta menjadi andalan pendapatan daerah,” ujar Bupati Paulus Henuk.
Merespons, Duta Besar Siswo Pramono menilai potensi ini sangat menjanjikan.
“Rote Ndao memiliki keunggulan geografis yang sulit ditandingi. Kunjungan ini menjadi jembatan untuk membuka peluang kerja sama investasi, penerapan teknologi modern, dan akses pasar ke Australia serta negara lain. Kami siap mendukung agar potensi ini berkembang maksimal,” tegas Duta Besar Siswo Pramono.
Di Sentra Tenun Ikat
Setelah meninjau potensi alam, rombongan diajak melihat kekayaan budaya setempat. Mereka menyaksikan langsung proses pembuatan kain tenun secara tradisional, mengamati motif yang sarat makna, dan berbincang dengan para pengrajin.
“Tenun ikat Rote bukan hanya barang kerajinan, melainkan identitas dan warisan budaya yang memiliki nilai seni tinggi. Produk ini sangat berpeluang diterima pasar internasional jika dikemas dengan baik. Kami akan bantu memperkenalkannya agar semakin dikenal dan bernilai jual lebih baik,” tambah Duta Besar Siswo Pramono.
Bupati Paulus Henuk menyambut baik dukungan tersebut.
“Kami bangga memiliki dua kekuatan utama: sumber daya alam dan kekayaan budaya. Keduanya akan kami dorong secara seimbang agar menjadi tulang punggung ekonomi daerah, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi warga Rote Ndao,” pungkasnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen bersama mengembangkan dua sektor unggulan, membuka jalan bagi kerja sama yang saling menguntungkan, dan membawa nama Rote Ndao semakin dikenal di kancah nasional maupun internasional.





