Menu

Mode Gelap
Puncak Peringatan HPN 2024 Gubernur Sulut Olly Dondokambey Terima Penghargaan Pena Emas, Disaksikan Presiden Jokowi Tamuntuan Sukses Wujudkan Ekspor Ikan Perdana ke Filipina Walikota Caroll Senduk Inspektur Upacara Peringatan HUT Ke-21 Kota Tomohon Tamuntuan Bawa Bantuan Bencana Ke Kampung Laine HCB Tunaikan Janjinya, 28 Desember 2023, Kick-off UKW PWI Bantuan BUMN Dimulai di Aceh, NTT dan Sulut

Kepolisian · 12 Dec 2022 09:58 WIB ·

Diindikasi Sebagai Korban Perdagangan Orang, Puluhan Warga Sulut di Kamboja Siap Dipulangkan


 Foto. Irjen Pol. Setyo Budiyanto, Perbesar

Foto. Irjen Pol. Setyo Budiyanto,

Manado,Sulutnews.com – Polda Sulawesi Utara (Sulut) mengirim Penyidik Ditreskrimum ke Kamboja terkait adanya temuan warga Sulawesi Utara yang menjadi korban Tindak Pidana Pedagangan Orang (TPPO).

Hal tersebut dikatakan Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast, di lobby Mapolda Sulut, Senin (12/12/2022) sore.

“Polda Sulut telah memberangkatkan Dirreskrimum beserta Penyidik ke Kamboja. Ini sesuai dengan perintah Kadiv Hubinter Polri untuk berkoordinasi dengan NCB, terkait dengan adanya temuan warga Sulut yang berada di Kamboja, yang diindikasikan sebagai korban TPPO,” katanya.

Menurut mantan Kapolda NTT ini, jumlah mereka berkisar 31 hingga 34 orang, yang diperkerjakan sebagai asisten rumah tangga, maupun di tempat hiburan.

“Mereka melakukan kegiatan tidak sesuai dengan prosedur, artinya mereka berangkat mungkin seolah-olah sebagai turis hanya mengandalkan paspor, dan disana mereka ada yang menampung dan kemudian terjadi penyimpangan, seperti gaji tidak dibayarkan, penyiksaan, dan itu ada yang lapor kemudian ditangani, bekerja sama dengan Kedutaan Besar disana,” urai Irjen Pol Setyo Budiyanto.

Lanjutnya, mereka akan diinventarisir dan kemudian akan dipulangkan ke Sulawesi Utara.

“Penyidik tentunya akan menginventarisir dulu kemudian akan memulangkan mereka, bekerja sama dengan instansi terkait,” lanjutnya.

Terkait hal tersebut, mantan Direktur Penyidikan KPK RI ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang ada di Sulawesi Utara, agar berhati-hati dan teliti dengan tawaran kerja di luar negeri.

“Saya mengimbau agar jangan mudah terpengaruh dengan tawaran pekerjaan, khususnya di luar negeri, dengan iming-iming gaji besar maupun fasilitas, tanpa melalui prosedur, tanpa melalui persyaratan dari Kementerian Tenaga Kerja yang sudah ditetapkan. Pikirkan bahwa resikonya lebih besar kalau terjadi sesuatu dan lain hal, tentu akan susah,” pungkasnya. (**/ARP)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Realisasi Investasi di Sulut Tahun 2023 Mencapai Rp 10,17 Triliun Naik 64 Persen Dibandingkan Tahun 2022

21 February 2024 - 21:45 WIB

Kepolisian Rote Ndao Serius Tangani Kasus Penganiayaan Kepala Desa Saindule

21 February 2024 - 20:43 WIB

Presiden Joko Widodo Kunker Ke Sulut Pada 24 Pebruari 2024

21 February 2024 - 12:21 WIB

Bermasalah!! 4 TPS di Sulut Kembali Lakukan PSU

21 February 2024 - 08:20 WIB

Dianggap Bertanggungjawab Atas Dugaan Kecurangan Pemilu,Koalisi Masyarakat Sulut Pro Demokrasi,Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahkta,

19 February 2024 - 12:09 WIB

Zulkifly Densi : Pelanggar Hasil Pemilihan Umum Diancam Pidana

18 February 2024 - 10:22 WIB

Trending di Manado