Rote Ndao,Sulutnews.com – Pada Kamis, 1 Agustus 2024, suasana di Desa Daleholu, Kecamatan Rote Selatan, terasa penuh haru ketika Ince Saudale, seorang sarjana yang telah lama bekerja sebagai tena kontrak daerah, menceritakan kisah hidupnya di hadapan masyarakat dan teman sekolah sekelas, Paulus Henuk. Dalam acara yang penuh keakraban itu, Ince membuka pengalaman pahitnya selama 11 tahun bekerja sebagai tenaga kontrak di Kabupaten Rote Ndao.
Ince, yang juga teman sekolah Paulus Henuk, membuka cerita dengan nada suara yang tenang namun sarat emosi. “Saya seorang sarjana yang tidak punya pekerjaan. Sebelumnya, saya adalah tenaga kontrak daerah Kabupaten Rote Ndao. Selama 11 tahun, saya bekerja keras, namun akhirnya saya dibuang karena alasan politik,” ungkapnya dengan nada kecewa. Ucapannya menggambarkan betapa beratnya beban yang ia pikul selama bertahun-tahun, terutama karena keputusan yang diambil bukan berdasarkan kinerja, melainkan kepentingan politik.
Dengan mata yang berkaca-kaca, Ince melanjutkan, “Sebagai tenaga kontrak, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik. Namun, setelah 11 tahun, saya harus menerima kenyataan pahit bahwa pengabdian saya tidak dihargai. Saya tidak mendukung salah satu pihak, tetapi saya bekerja dengan keras. Namun, pada akhirnya saya diabaikan.”
Momen tersebut menjadi semakin emosional ketika Ince menyampaikan harapannya kepada Paulus Henuk, yang kini menjadi calon Bupati Rote Ndao untuk periode 2024-2029. “Harapan saya, jika teman saya, Bapa Paulus Henuk, terpilih sebagai Bupati Rote Ndao, jangan biarkan tenaga kontrak yang sudah mengabdikan diri seperti saya mengalami nasib yang sama. Jangan biarkan air mata mereka jatuh seperti saya saat ini,” ucapnya, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Tepuk tangan tersebut tidak hanya menandakan dukungan, tetapi juga rasa simpati dan solidaritas dari masyarakat yang hadir. Kisah Ince adalah cerminan dari banyaknya tenaga kontrak yang menghadapi ketidakpastian dalam pekerjaan mereka. Ketika politik dan kebijakan tidak berpihak kepada mereka yang telah lama mengabdi, dampaknya bisa sangat merugikan.
Pernyataan Ince menggambarkan betapa pentingnya perhatian pemerintah terhadap tenaga kontrak yang telah bekerja keras dan setia. Dia berharap bahwa dengan pemimpin yang baru, nasib mereka bisa lebih diperhatikan dan dihargai.
Kehadiran Ince di acara tersebut menunjukkan betapa besar peran masyarakat dalam menentukan masa depan daerah, termasuk melalui pemilihan kepala daerah yang adil dan berpihak kepada rakyat.
Kisah ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keadilan dan pengakuan bagi semua pekerja, khususnya mereka yang berada di posisi rentan seperti tenaga kontrak. Harapan Ince agar tidak ada lagi air mata yang jatuh karena ketidakadilan menjadi pesan kuat yang perlu diresapi oleh semua pihak, terutama para pemangku kebijakan.
Reporter:Dance henukh





