Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

News · 27 Apr 2026 13:25 WITA ·

Dari 750 Peserta, Membeludak Menjadi 1.120 Peserta: Antusiasme Luar Biasa dalam Festival Literasi Baca di Rote Ndao


Dari 750 Peserta, Membeludak Menjadi 1.120 Peserta: Antusiasme Luar Biasa dalam Festival Literasi Baca di Rote Ndao Perbesar

Reporter : Dance Henukh

Rote Ndao.Sulutnews.com – Kegiatan Festival Literasi Baca yang digelar di Kabupaten Rote Ndao mencatat perkembangan yang sangat membanggakan dan jauh melebihi perkiraan awal. Terpantau media ini Sabtu 25 April 2026 Penyelenggara semula hanya memperhitungkan kehadiran sekitar 750 orang peserta. Namun seiring berjalannya waktu, antusiasme masyarakat yang meluap-luap membuat jumlah peserta terus bertambah, hingga akhirnya mencapai angka 1.120 orang. Peningkatan yang cukup signifikan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat untuk membaca dan menambah wawasan telah tumbuh subur di tengah masyarakat, baik di kalangan pelajar, tenaga pendidik, maupun warga umum dari berbagai lapisan.

Lonjakan jumlah peserta ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan hasil dari upaya sosialisasi yang dilakukan secara gencar, serta tersusunnya rangkaian kegiatan yang menarik dan bermanfaat. Berbagai program yang disajikan, mulai dari lomba baca puisi, lomba penulisan karya tulis, diskusi mendalam mengenai isi buku, hingga pameran berbagai jenis bahan bacaan, berhasil menarik perhatian dan mengundang minat banyak orang untuk ikut serta. Bahkan, tidak sedikit peserta yang datang dari pelosok daerah yang terpencil, rela menempuh perjalanan jauh hanya agar dapat berpartisipasi dan merasakan manfaat dari kegiatan ini. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan ilmu pengetahuan dan keinginan untuk maju telah menyentuh hati seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang jarak tempat tinggal maupun keterbatasan yang ada.

Dengan hadirnya lebih dari seribu peserta, suasana pelaksanaan festival pun menjadi semakin hidup, ramai, dan dipenuhi semangat positif. Di setiap sudut tempat penyelenggaraan, terlihat kelompok-kelompok orang yang berkumpul, saling berbagi pengetahuan, bertukar pikiran, dan membahas berbagai hal yang bermanfaat bagi kehidupan. Suasana seperti ini berhasil mengubah pandangan banyak orang, di mana budaya membaca tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang membosankan atau hanya dapat dilakukan di ruang tertutup saja. Sebaliknya, membaca dan mencari ilmu kini tampak sebagai kegiatan yang menyenangkan, mempererat hubungan antar sesama, dan mampu menyatukan hati banyak orang dalam satu tujuan yang sama.

Keberhasilan yang tercermin dari melonjaknya jumlah peserta ini juga mengandung makna yang mendalam. Hal ini membuktikan bahwa upaya menumbuhkan budaya literasi di daerah-daerah, termasuk di wilayah yang selama ini dianggap kurang terjangkau, bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. Selama ada kemauan yang kuat, kerja sama yang baik antar berbagai pihak, serta penyusunan program yang tepat sasaran, maka masyarakat akan dengan senang hati menyambut dan berperan aktif dalam setiap kegiatan positif. Selain itu, semakin banyaknya peserta juga berarti semakin luas penyebaran dampak positif yang dihasilkan. Ilmu pengetahuan, pesan-pesan, dan nilai-nilai luhur yang disampaikan selama kegiatan akan menjangkau lebih banyak orang, yang pada akhirnya akan melahirkan generasi yang cerdas, berilmu, dan siap berperan serta dalam membangun daerahnya sendiri.

Bagi pihak penyelenggara, peningkatan jumlah peserta ini menjadi sumber kebanggaan sekaligus tanggung jawab baru yang harus diemban. Hal ini menjadi dorongan semangat untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa di masa mendatang, bahkan dengan skala yang lebih besar dan kualitas yang semakin ditingkatkan. Harapan yang dipegang teguh adalah agar antusiasme yang telah terbangun ini tidak hanya berlangsung sebatas saat festival berlangsung saja, tetapi terus dipelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, Kabupaten Rote Ndao tidak hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga sebagai daerah yang maju, cerdas, dan memiliki budaya literasi yang tinggi.

Artikel ini telah dibaca 995 kali

Baca Lainnya

Putry Susanti Henukh, Siswa SMP Negeri 2 Lobalain, Sampaikan Lima Pesan Penting dalam Penutupan Festival Literasi Baca

27 April 2026 - 07:47 WITA

Ketua MD GPdI: Pdt. Davit Selan Tidak Mengaku, Korban dan Keluarga Pergi

26 April 2026 - 17:03 WITA

Dari Pelosok Menuju Puncak: Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Nduadi di Desa Sotimori

26 April 2026 - 03:29 WITA

Festival Literasi Baca: Pertunjukan Budaya Warnai Malam Penutupan

26 April 2026 - 02:48 WITA

Dokumen Kesimpulan Penggugat dalam Perkara Nomor 1/G/2026/PTUN.MDN

25 April 2026 - 11:51 WITA

Kepala SD Nduadi dan Kepala UPTD SMPN 1 Ndao Diapresiasi Berprestasi dalam Pengelolaan Dana BOS Oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao

25 April 2026 - 11:34 WITA

Trending di News