Reporter : Dance Henukh
Rote Ndao .sulutnews.com – Peristiwa menyedihkan terjadi di wilayah Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, tepatnya pada Jumat, 15 Mei 2026. Sebuah jenazah ditemukan oleh warga di kawasan Pantai Ingguhun, Dusun Lutu, Desa Kuli. Kejadian ini bermula dari laporan resmi yang masuk ke Polsek Lobalain sehari sebelumnya. Pada tanggal 14 Mei 2026 sekitar pukul 13.15 Wita, Sarjon Ndun selaku warga setempat telah melaporkan hilangnya seseorang dengan nomor laporan LOH/04/V/2026/SPKT/Polsek Lobalain/Polres Rote Ndao Polda NTT. Berangkat dari laporan tersebut, upaya pencarian pun segera dilakukan bersama masyarakat.
Proses pencarian membuahkan hasil ketika sekelompok warga yang dipimpin oleh Yapi Mandala mendeteksi adanya bau yang sangat menyengat di sepanjang bibir pantai. Bersama Arnol Tambaru dan Arianto Tambaru, mereka mengikuti sumber bau tersebut hingga menemukan sebuah bungkusan berwarna hitam yang tersangkut dan mengapung di atas akar pohon bakau. Setelah diperiksa dengan hati-hati, ternyata di dalamnya terdapat sesosok jenazah yang kondisinya sudah sulit dikenali secara kasat mata.
Segera setelah mendapat kabar tersebut, personel Polsek Lobalain yang dipimpin langsung oleh Kapolsek IPDA Djony Elvis Pada bergerak menuju tempat kejadian perkara bersama tim identifikasi dari Satuan Reskrim Polres Rote Ndao yang dikepalai oleh IPDA Thomas S Kiak, S.H. Proses pemeriksaan dan pengambilan barang bukti di lokasi berlangsung tertib dan disaksikan oleh keluarga korban guna menjamin kejelasan proses hukum.
Melalui pakaian yang masih melekat pada jenazah, keluarga berhasil mengidentifikasi korban. Ely Anabokay mengenali bahwa pakaian yang dikenakan adalah milik ayah kandungnya sendiri, yaitu Johanis Anabokay atau yang akrab disapa Nani Anabokay, warga Desa Kuli berusia 65 tahun. Setelah proses pencocokan selesai, jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Baa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan pihak medis, kondisi fisik jenazah sudah sangat membusuk. Beberapa bagian organ tubuh tidak ditemukan, jaringan daging sudah rusak, serta kulit kepala terlepas dari tengkorak. Hal ini mengindikasikan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari tujuh hari sebelum ditemukan. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan hanya dengan pemeriksaan awal. Oleh karena itu, pihak kepolisian berencana melakukan tindakan otopsi untuk mengetahui secara pasti apa yang menimpa Nani Anabokay.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Kuli dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Penyelidikan masih terus dijalankan, dan bantuan masyarakat sangat diharapkan. Apabila ada warga yang mengetahui informasi apapun terkait peristiwa ini, diminta untuk segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian demi mempercepat pengungkapan kasus ini.







