Manado, Sulutnews.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut) dibawah Kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Julius Selvanus SE dan Wakil Gubernur Dr Johanes Viktor Mailangkay SH.MH hinga saat ini kinerja cukub baik dan mengembirakan sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subiyanto di Istana Jakarta 20 Februari 2025.
Karena hampir satu tahun dua bulan mereka bekerja keras dan bersinergi semua pemangku kepentingan termasuk kolaborasi dengan 15 Kepala Daerah di Kabupaten dan Kota hasil nyata pembangunan ekonomi cukup baik.
Asisten II Pemda Sulut Bidang Perekonomian dan Pembangunan Jemmy Ringkuangan, AP. M.Si kepada Wartawan Sulutnews.com, Rabu (29/4) menyampaikan bahwa kondisi perekonomian daerah hingga triwulan I tahun 2026 menunjukkan kinerja yang solid, resilien, dan berada dalam jalur pertumbuhan yang positif.
Menurut Jemmy Ringkuangan, berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan didukung oleh Bank Indonesia (BI) perekonomian Sulut sepanjang tahun 2025 lalu tumbuh sebesar 5,66 persen (year-on-year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,39 persen.
Bahkan menurut Mantan Kadispora Sulut itu pada triwulan IV tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,95 persen secara tahunan dan 7,02 persen secara kuartalan, didorong oleh peningkatan signifikan belanja pemerintah, serta aktivitas sektor riil.” Ini cukup mengembirakan” kata Alumni Lemhanas .
Dijelaskan juga Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2025 mencapai Rp204,75 triliun, dengan PDRB per kapita meningkat menjadi Rp75,24 juta per tahun.

Foto – Asisten II Pemda Sulut Bidang Ekonomi dan Pembangunan Jemmy Ringkuangan AP. M.Si
Hal ini menurut Asisten II mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.
KUR Capai Rp 421,9 Miliar
Dan data yang ada hingga akhir Triwulan I 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulut telah mencapai Rp421,97 miliar kepada 4.352 debitur.
Sementara itu, penyaluran Ultra Mikro (UMi) tercatat sebesar Rp30,72 miliar kepada 5.621 debitur.
Akses pembiayaan ini kata Ringkuangan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong sektor riil dan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
Dari sisi sektor unggulan, industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,97 persen, diikuti sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh 20,67 persen, serta jasa lainnya yang mengalami lonjakan signifikan secara kuartalan.
Kinerja ekspor juga menurut Jemmy menunjukkan capaian luar biasa dengan nilai mencapai USD 1,23 miliar atau meningkat 48,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didominasi oleh komoditas perikanan dan produk olahan berbasis sumber daya lokal.
Di sisi lain juga kata Ringkuangan perkembangan ekonomi digital juga menunjukkan kemajuan pesat. Transaksi berbasis QRIS pada triwulan I tahun 2026 tercatat mencapai Rp1,86 triliun dengan jumlah merchant lebih dari 373 ribu.
Selain itu, sektor ekonomi kreatif mengalami lompatan signifikan dengan peningkatan nilai tambah lebih dari 1.400 persen, menjadikannya salah satu motor pertumbuhan baru di daerah.
Penganguran & Kemiskinan Turun
Ditambahkan juga oleh Asisten II, dari aspek kesejahteraan, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 5,78 persen, angka kemiskinan turun menjadi 6,62 persen, dan ketimpangan ekonomi juga semakin mengecil dengan rasio Gini sebesar 0,341.
Namun demikian, kata Ringkuangan , kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan masih menjadi perhatian, khususnya tingkat kemiskinan di perdesaan yang relatif lebih tinggi.
Ringkuangan menambahkan, Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bapak Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus, SE dan Wagub Bapak DR. J. Victor Mailangkay SH MH juga mencermati dinamika inflasi yang sempat meningkat pada Februari 2026 hingga 4,64 persen secara tahunan, terutama dipicu oleh gangguan pasokan pangan dan kenaikan harga global. Meskipun demikian, inflasi pada Maret 2026 berhasil ditekan menjadi 2,20 persen, menunjukkan efektivitas langkah pengendalian yang telah dilakukan.
Menurut Asisten II, capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Dan kolaborasi serta kerja keras dan sinergitas dengan semua termasuk di 15 Kabupaten dan Kota.
Ekonomi Sulawesi Utara saat ini berada dalam kondisi yang kuat dan terus bertumbuh. Kita tidak hanya mampu bertahan di tengah dinamika global, tetapi juga menunjukkan ekspansi yang sehat. “Namun demikian, kita tidak boleh lengah, khususnya terhadap tekanan inflasi dan kesenjangan wilayah” ujarnya.
Lebih lanjut, Ringkuangan menyatakan bahwa ke depan, Pemerintah Provinsi akan terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui stabilisasi pasokan dan distribusi pangan, mendorong hilirisasi industri berbasis sumber daya lokal, memperluas konektivitas regional, nasional dan internasional, serta mengakselerasi pengembangan ekonomi biru dan ekonomi kreatif. Dan pariwisata akan berkembang dan saat ini terus meningkat terutama wisatawan asing.
Dengan fundamental ekonomi yang kuat, diversifikasi sektor unggulan, serta dukungan transformasi digital, maka menurut Ringkuangan Sulawesi Utara diyakini memiliki prospek yang cerah untuk terus tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. “Ekonomi Sulut Tangguh, Inflasi Tetap Terkendali, dan Pertumbuhan Berlanjut” katanya.
Jemmy Ringkuangan mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan untuk terus bersinergi, karena kerja bersama dan bekerja bersama adalah cara cerdas dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mendukung perekonomian Indonesia.” Kita optimis tahun 2026 tetap eksis dan ekonomi kita tetap maju” kata Asisten II. (Fanny)







