MANADO,Sulutnews.com -Bawaslu provinsi Sulawesi Utara dalam memperkuat kelembagaan, menggelar Panel Diskusi bersama stakeholder dengan mengangkat tema, ” Sinergitas Bawaslu bersama pemangku kepentingan dalam memperkuat demokrasi di Sulawesi Utara. Pada acara yang digelar di Aryaduta Hotel tersebut Ketua Bawaslu Sulut Dr Ardiles Mewoh saat membuka acara menyampaikan untuk melaksanakan tugas dan fungsi Bawaslu mengundang pemangku kepentingan yang selama ini menjadi mitra kerja Bawaslu yang selama ini menjadi Mitra, Partner dan Supporting dalam melaksanakan fungsi pengawasan dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada.
“Pengawasan terhadap Pemilu dan Pilkada di Sulut dapat berjalan Aman, Lancar dan Kondusif semua dapat berjalan dengan baik sehingga Bawaslu dapat menjalankan perintah undang undang terus melaksanakan tugas seperti perintah undang undang serta memperkuat demokrasi didaerah lewat program yang dilaksanakan,” ungkap Ardiles
Sementara itu Komisioner Bawaslu RI Dr.Herwyn Malonda saat membuka kegiatan dalam sambutanya mengatakan penguatan kelembagaan dari sisi regulasinya ada tiga peran strategis Bawaslu Sulut yang harus dibangun yaitu Bawaslu sebagai Pencegah Aktif, Early Warning System dan Pengawasan berbasis teknologi.”Penguatan literasi digital akan dilakukan dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 serta dinamika yang terjadi dirancang untuk mengoreksi kinerja pengawasan yang dilakukan Bawaslu,” ungkap Herwyn.
Juga kata Komisioner Bawaslu RI asal Sulut, Bawaslu secara internal akan mempersiapkan Pengawas Aktif dan berbasis tegnologi.” Seorang pengawas pemilu harus melek teknologi,” kata Herwyn.
Dalam acara panel diskusi tersebut hadir Anggota Komisioner Bawaslu Sulut Donny Rumagit, Zulkifli Densi, Erwin Sumampouw dan Steffen Linu juga Kepala Kebang Pol Sulut Jhonny Suak, Ketua KPU Sulut Kenly Poluan, dari Kejaksaan dan Kapolisan.(josh tinungki)





