Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

NTT · 6 Jun 2025 16:14 WITA ·

Martabat DPRD Rote Ndao Diinjak-injak: Anggota Komisi C Ancam Warga


Martabat DPRD Rote Ndao Diinjak-injak: Anggota Komisi C Ancam Warga Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur kembali dihebohkan oleh tindakan arogansi seorang wakil rakyat. Absalom Polin, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dari Komisi C, telah mempermalukan lembaga yang diwakilinya dengan tindakan intimidasi terhadap warga sipil. Kejadian ini pada Jum’at 6Juni 2025 Jam 10:15 Wita di rumah Warga ES yang kini viral di perbincangakan di masyarakat

Absalom Pollin menunjukkan betapa rendahnya moral dan etika yang ditunjukkan oleh diri nya sebagai Anggota Dewan .

Insiden bermula dari permasalahan sepele: penempatan dan kerusakan bak sampah sementara(TPS). Namun, Absalom Polin, bukan menyelesaikan masalah secara damai dan dialogis, malah menggunakan kekuasaannya untuk mengintimidasi warga. Ia mendatangi rumah warga, mengancam dengan nada tinggi, dan secara terang-terangan memanfaatkan jabatannya di Komisi C (yang membidangi infrastruktur dan lingkungan hidup) untuk membenarkan tindakan premanismenya. Lebih memalukan lagi, aksi intimidasi ini dilakukan di hadapan keluarga dan tamu warga tersebut.

Saksi mata ES menuturkan.”Absalom Polin mengancam dengan kalimat, “Saya DPRD Rote Ndao di Komisi C, saya akan panggil Kadis dan saya marah Kadis!” Kalimat tersebut dilontarkan dengan mimik muka merah dan mata melotot, menunjukkan arogansi dan penyalahgunaan kekuasaan yang nyata. Ancaman untuk “memarahkan” Kepala Dinas PUPR semakin menguatkan kesan sewenang-wenang yang dilakukannya.”Ungkap ES.

Tindakan Absalom Polin ini bukan hanya melukai hati warga, tetapi juga telah mencoreng martabat DPRD Kabupaten Rote Ndao. Aksi intimidasi ini telah mengikis kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Seorang wakil rakyat seharusnya menjadi panutan, bukan pelaku intimidasi dan penyalahgunaan wewenang.

Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi seluruh masyarakat Rote Ndao. Peristiwa ini menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan perilaku para wakil rakyat. Tindakan tegas dan konsisten harus segera diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Semoga insiden ini menjadi momentum perubahan, mengajarkan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam mengemban amanah rakyat.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,251 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional