Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

NTT · 23 Des 2024 23:34 WITA ·

Detik-Detik Dua Warga Di Rote Meninggal Tersambar Petir


Detik-Detik Dua Warga Di Rote Meninggal Tersambar Petir Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Detik-detik Dua warga di Desa Lekunik dan Loman Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT tewas tersambar petir.

Diketahui peristiwa naas itu terjadi di persawahan Kapasiok, Desa Persiapan Loman, sekira pukul 12.00 Wita pada Sabtu, 21 Desember 2024.

Dua korban itu adalah Candra Lasor Ndun (53) dan Sefanya Yohanis Lekeama (17).

“Ada dua orang yang jadi korban tersambar petir kemarin. Kejadiannya secara tiba-tiba sehingga para korban tidak berhasil diselamatkan,” ucap Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, Minggu, 22 Desember 2024.

Ia menerangkan, kejadian itu berawal saat Candra Lasor Ndun bersama Rofi Bailao (42) dan Jacob Ndun (52) sedang menggarap lahan di persawahan Kapasiok.

“Seketika itu terjadi hujan deras disertai petir sehingga mereka berhenti membajak sawah dan berteduh di dalam pondok darurat. Tak lama kemudian, petir menyambar pondok tersebut. Sehingga saksi Rofi dan Jacob melihat Candra Lasor Ndun dalam posisi tersungkur. Setelah dicek, ternyata dia sudah meninggal dunia,” tutur Kapolres Mardiono.

Diceritakan lebih lanjut, Rofi dan Jacob kemudian melaporkan kejadian itu kepada keluarga dan pemerintah desa. Selanjutnya, jasad Candra Lasor Ndun langsung dibawa ke rumahnya untuk disemayamkan.

Sementara itu, korban Sefanya Yohanis Lekeama, dikatakan Kapolres Mardiono, saat kejadian bersama dua temannya, yaitu Rehan Liu (17) dan Bles Menoh (17).

“Mereka saat itu sedang mencangkul untuk membuat pematang sawah. Lokasinya juga berada di Desa Persiapan Loman. Saat hujan lebat disertai guntur dan petir, mereka memutuskan untuk berteduh di dalam mobil pikap yang terparkir di pinggir jalan,” kisah Kapolres Mardiono.

Akan tetapi, dalam perjalanan menuju mobilnya, tiba-tiba guntur dan petir bergelegar. Karena panik dan ketakutan, ketiganya langsung tiarap ke pematang sawah.

Setelah gemuruh guntur selesai, masih jelasnya, Rehan dan Bles bangun dari tiarapnya. Namun, Sefanya dalam kondisi tak sadarkan diri sehingga langsung dilarikan ke RSUD Ba’a untuk mendapatkan pertolongan medis, tapi nyawanya tidak tertolong.

“Para korban murni tewas karena tersambar petir. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah,” terang Kapolres Mardiono.

Reporter : Dance henukh

Artikel ini telah dibaca 1,529 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional