Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 24 Nov 2024 13:59 WITA ·

F-PDR Ingatkan Jajaran Untuk Membocorkan Jika Ada Perintah Sesat Pengaruhi Pemilih


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

MANADO, Sulutnews.com – Dalam peran turut serta menciptakan Pilkada serentak yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil sebagaimana UU Pemilu Pasal 2 No. 7 Tahun 2017, serta dalam rangka mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 136 yang melarang TNI/POLRI serta Pejabat Daerah terlibat dalam Cawe – Cawe Pilkada, Ketua Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (F-PDR) Provinsi Sulawesi Utara, Risat Sanger menginstruksikan kepada jajaran di seluruh Kabupaten dan Kota untuk turut serta mengawasi tahapan masa tenang menuju hari H Pencoblosan Rabu 27 November 2024 terhadap gerakan Intimidasi, dan Kriminalisasi serta mobilisasi anggaran dalam hal ini ASN yang menjadikan Pilkada tercoreng. Menurutnya F-PDR memiliki tanggungjawab mengawal proses pesta demokrasi dapat berjalan sebagaimana ketentuan peraturan perundang – undangan.

“F-PDR berharap proses demokrasi Pilkada dapat berjalan jujur, adil sebagaimana mestinya, jauh dari tindakan Intimidasi dan Kriminalisasi serta mobilisasi anggaran karena suara rakyat menjadi penentu masa depan mereka sendiri dan penentu pemimpin mereka untuk masa pemerintahan 5 tahun,” tegas Risat didampingi Efan Runtukahu Koordinator Group Intai Demokrasi (GID) Sulut pada giat Launching Intai Demokrasi Pilkada Sulut 2024. Sabtu (23/11/2024)

Juga ketua Anti Mafia Tanah Sulut ini mengatakan F-PDR bersama koalisi masyarakat tolak politik uang, bersama generasi anti Golput dan organisasi anti korupsi Sulut akan mengaktifkan seluruh jaringan yang telah mengabdikan diri sebagai aparat Kepolisian dan TNI bahkan pejabat ASN guna memantau dan melawan berbagai bentuk tindakan Intimidasi, Kriminalisasi dan mobilisasi anggaran yang mengarah kepada cawe cawe Pilkada.”Pesan yang menjadi target untuk diawasi adalah mereka Oknum TNI/Polri dan Pejabat Daerah yang melakukan cawe -cawe di Pilkada 2024 yang mengarah pada tindakan kejahatan demokrasi,akan ditindaki,” kata Risat.

Pelaksanaan Intai Demokrasi Pilkada Sulut tahun 2024 merupakan tindak lanjut atas instruksi Pengurus Pusat F-PDR yang didalamnya adalah mantan KAPOLRI, KASAD, KASAL, KASAU.(Josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,093 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Asisten II Jemmy Ringkuangan: Pemprov Sulut Terbuka untuk Investasi yang Bertanggung Jawab, Patuh Aturan, dan Ramah Lingkungan

23 Juli 2026 - 23:02 WITA

Dinas Pendidikan Kotamobagu dan Sejumlah Kepsek SMP Negeri Lakukan Studi Tiru di SMP Negeri 1 Manado

23 Juli 2026 - 23:02 WITA

Sekot Edwin Roring Mewakili Walikota Tomohon Buka Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Anak Berhadapan dengan Hukum

23 Juli 2026 - 21:33 WITA

HUT ke 18, Angelia Wenas Ajak Masyarakat Bangun Kebersamaan Untuk Boltim Yang Lebih Baik

23 Juli 2026 - 21:25 WITA

Walikota Andrei Angouw Lantik 25 Pejabat Eselon III Dan IV Di Lingkungan Pemkot Manado

23 Juli 2026 - 13:36 WITA

Pertamina Regional Sulawesi Perluas Penyaluran Biosolar B50, Kini Tersedia di 590 SPBU di Enam Provinsi

22 Juli 2026 - 18:06 WITA

Trending di Sulsel