Rote Ndao, Sulutnews.com – Debat Kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao 2024 yang digelar KPU Kabupaten Rote Ndao di aula Graha Narwastu berlangsung panas saat Paket Ita Esa, Paulus Henuk dan Apremoi D. Dethan, memberikan pertanyaan tajam kepada Paket Lentera, Paulina Bullu dan Sandro Fanggidae. Ita Esa mempertanyakan strategi konkret yang akan diterapkan oleh Paket Lentera untuk menurunkan angka kemiskinan yang mencapai 27,05% di Rote Ndao, melampaui rata-rata provinsi dan nasional.
Sandro Fanggidae sempat mempertanyakan validitas data yang diajukan, menyebutkan bahwa angka kemiskinan dan stunting di Rote Ndao telah menurun selama kepemimpinan Paulina. “Mungkin lebih baik membaca data dari BPS atau Rote Ndao dalam angka, karena fakta menunjukkan penurunan angka kemiskinan dan stunting,” ungkap Sandro.
Paulus Henuk pun merespons dengan tegas, mengoreksi angka kemiskinan yang disampaikan, serta kembali menekankan bahwa fokus pertanyaan adalah strategi nyata untuk menekan angka tersebut ke depan, bukan sekadar angka statistik. “Persoalannya bukan angka saja, tetapi strategi efektif untuk menurunkan kemiskinan. Apa yang akan dilakukan jika Paket Lentera kembali memimpin?” ujar Paulus.
Meski suasana sempat memanas, debat yang menghadirkan panelis seperti Dr. Rudi Rohi, Dr. Wilson Therik, dan Alwan Ola Riantoby ini tetap berlangsung produktif dengan harapan masyarakat dapat memilih pemimpin yang siap membawa perubahan bagi Rote Ndao.
Reporter : Dance henukh






