Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Ekonomi · 11 Jun 2024 22:09 WITA ·

DJPB dan KPPN Sulut Dukung Pengendalikan Inflasi Persisten untuk Ekonomi Sulut Paten


DJPB dan KPPN Sulut Dukung Pengendalikan Inflasi Persisten untuk Ekonomi Sulut Paten Perbesar

Manado,Sulutnews.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dan KPPN Lingkup Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen secara konsisten dan persisten melalui kebijakan fiskal untuk mendukung pengendalian inflasi daerah.

Demikian disampaikan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara Hari Utomo saat acara FGD Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan secara hybrid oleh Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara di Ruang AA. Maramis lt. 3 Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara, Selasa, (11/6).

“Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan KPPN selaku Unit Vertikal dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan di daerah, selain menjalankan fungsi treasury yaitu penyaluran dana APBN dan APBD di daerah, Kanwil DJPb dan KPPN mengemban peran sebagai Regional Chief Economist (RCE) dan Financial Advisor (FA) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)”, kata Hari.

FGD Pengendalian Inflasi dilaksanakan dengan mengundang narasumber Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara, Asim Saputra, SST., M.Ec.Dev. dengan peserta FGD yaitu seluruh Tim Kerja Pengendalian Inflasi Sulawesi Utara yang terdiri dari Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara, KPPN Manado, KPPN Bitung, KPPN Kotamobagu, dan KPPN Tahuna.

 

 

“Konsepsi pengendalian inflasi daerah saat ini tidak hanya fokus pada pengendalian harga barang/jasa saja, namun juga menjaga rantai pasok distribusi barang komoditas, sehingga gerakan pasar murah, subsidi ongkos angkutan harus dilaksanakan secara efektif” ujar  Asim, Kepala BPS Sulut.

Inflasi Mei 2024 Provinsi Sulawesi Utara sebesar 4,15 persen (yoy) dengan IHK sebesar 102,67. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 7,36 persen, kemudian Kabupaten Minahasa Utara 6,22 persen, Kota Kotamobagu 3,60 persen, dan Kota Manado 2,81 persen.

Angka inflasi Sulawesi Utara 4,15 persen tersebut berada di atas angka inflasi nasional sebesar 2,84 persen, serta masih berada di atas target inflasi tahun 2024 sebesar 2,5±0,5% berdasarkan PMK Nomor 101/PMk.010/2021 tentang Sasaran Inflasi Tahun 2022, Tahun 2023, dan Tahun 2024.

Peran DJPb melalui penyaluran dana APBN dan dana Transfer ke Daerah (TKD) pada kebijakan fiskal sangat penting dalam mendukung pengendalian inflasi daerah sehingga terlaksananya proyek-proyek infrastruktur tepat waktu.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,278 kali

Baca Lainnya

Sekjen DPP Hanura Lantik Apriano Ade Saerang Sebagai Ketua DPD Hanura Sulut

19 Juni 2026 - 17:15 WITA

Aksi Demo Mahasiswa di Kantor DPRD Sulut Ricuh

17 Juni 2026 - 23:12 WITA

GKPI-USA Berbagi Kasih Salurkan Bantuan di Panti Asuhan Tondano dan Tomohon

17 Juni 2026 - 15:44 WITA

Pemda Sulut Berharap Pilhut Serentak di 129 Desa di Kabupaten Minahasa Rabu 17 Juni Berjalan Demokratis, Lancar Aman, Damai, 358 Calon Hukum Tua Siap Bertarung

16 Juni 2026 - 23:15 WITA

KPI Sulut Gelar Sidang Penyelesaian Sengketa PTSL

16 Juni 2026 - 07:42 WITA

Royke Roring Ingatkan Pentingnya Sinkronisasi RT/RW Provinsi ke Kabupaten dan Kota

16 Juni 2026 - 07:04 WITA

Trending di Manado