Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

NTT · 27 Apr 2024 17:44 WITA ·

Keterbatasan BBM di Rote Ndao Menimbulkan Polemik Risthy Thei Itu Kewenangan Saya


Keterbatasan BBM di Rote Ndao Menimbulkan Polemik Risthy Thei Itu Kewenangan Saya Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com —- Kebijakan terbaru terkait penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di Rote Ndao telah menjadi sumber kontroversi setelah diberlakukan pembatasan pengisian hanya 10 liter per kendaraan. Sorotan terhadap kebijakan ini muncul ketika beberapa pengguna kendaraan mengkritik kebijakan tersebut karena dianggap menghambat aktivitas sehari-hari mereka.

Junus Panie, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Antra RI, salah satu warga setempat, mengekspresikan kekecewaannya terhadap kebijakan tersebut. Menurutnya, pembatasan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat menghambat perkembangan daerah. Dia juga mempertanyakan keterbukaan dan transparansi dalam penetapan aturan tersebut.

Armi Saek Asisten II pemerintahan Kabupaten Rote Ndao menanggapi kontroversi ini dengan menyatakan bahwa pembatasan tersebut mungkin dilakukan sebagai respons terhadap kelangkaan sementara BBM di daerah tersebut, bukan karena kebijakan pemerintah yang tidak tepat. Namun, ia juga mengakui perlunya evaluasi lebih lanjut terkait kebijakan tersebut.

Joni Manafe Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (KADIS PERINDAG) Rote Ndao menjelaskan bahwa pembatasan tersebut dilakukan sebagai tindakan antisipasi terhadap kelangkaan BBM yang disebabkan oleh keterlambatan kedatangan kapal pengangkut. Dia menegaskan bahwa kebijakan ini hanya bersifat sementara dan akan direvisi setelah stok BBM mencukupi.

Untuk memastikan distribusi yang adil, SPBU SANGGOEN mengambil langkah-langkah untuk membatasi pengisian BBM sesuai dengan stok yang tersedia. Meskipun demikian, mereka memberikan opsi kepada pengguna kendaraan untuk mengisi di SPBU lain yang memiliki stok yang cukup.

Meskipun terjadi polemik, pihak terkait menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil bertujuan untuk mengatasi situasi darurat dan menjaga ketersediaan BBM hingga kedatangan kapal pengangkut berikutnya. Mereka berharap agar masyarakat dapat memahami situasi tersebut dan bersabar sampai kondisi kembali normal setelah stok BBM mencukupi.

Namun yang sangat Fatal pernyataan terakhir Risthi Thei yang adalah Admin SPBU Sanggoen yang di konfirmasi Media ini Jumat 26 April 2024 .” Saya mau Bagi 10 Liter atau 40 Liter itu hak saya dan saya bagi itu pun di lapangan jadi tidak perlu Intervensi pemerintah. “Saya tidak perlu memberitahukan kepada pemerintah itu hak saya.” Katanya dengan suara meminta.

Reporter: Dance henukh

Artikel ini telah dibaca 1,111 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional