Davao City Filipina, Sulutnews.com – Hubungan ekonomi Indonesia dan kawasan Mindanao, Filipina, terus menunjukkan perkembangan positif. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao City berhasil memfasilitasi misi bisnis tingkat tinggi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia sebagai upaya memperkuat perdagangan, investasi, serta kemitraan strategis antara pelaku usaha kedua negara.
Delegasi Indonesia dipimpin Ketua Komite Bilateral Indonesia–Filipina KADIN, Iman Arif, bersama sejumlah pimpinan perusahaan nasional dari sektor pertanian, keamanan terintegrasi, dan energi. Selama kunjungan, delegasi melaksanakan serangkaian agenda penting, mulai dari pertemuan dengan Pemerintah Kota Davao, Courtesy Call kepada Konsul Jenderal RI di Davao City, forum kemitraan agribisnis Indonesia–Mindanao, hingga jamuan bisnis tingkat tinggi yang mempertemukan pemerintah, kamar dagang, dan pelaku usaha kedua negara.

Dalam pertemuan bersama Pemerintah Kota Davao, kedua belah pihak membahas peluang kerja sama di bidang perdagangan, investasi, agribisnis, energi terbarukan, bioteknologi, pariwisata, dan teknologi. Salah satu pembahasan strategis adalah dukungan terhadap rencana pembukaan kembali penerbangan langsung Davao–Manado yang dinilai akan memperkuat konektivitas serta memperlancar arus perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Indonesia dan Filipina. Selain itu, kedua pihak juga saling mengundang untuk berpartisipasi dalam berbagai ajang perdagangan dan investasi internasional yang akan digelar pada 2026.
Puncak kegiatan berlangsung dalam Networking Meeting on Stronger Agribusiness Partnership between Indonesia and Mindanao yang dihadiri sekitar 70 peserta dari unsur pemerintah Filipina, kamar dagang, organisasi petani, koperasi, akademisi, hingga sektor swasta. Dalam forum tersebut dipaparkan berbagai inovasi Indonesia di bidang bioteknologi pertanian, solusi keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI), serta peluang investasi lintas negara. Forum juga menghasilkan antusiasme tinggi terhadap pengembangan proyek percontohan, alih teknologi, dan kemitraan investasi di masa mendatang. Salah satu capaian penting dari kegiatan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT NexBio Tech Internasional dengan LJ Development and Investment Corporation untuk memperkenalkan solusi bioteknologi pertanian Indonesia ke pasar Filipina.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Agus Trenggono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari komitmen komunitas bisnis Indonesia dan Filipina dalam membangun kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan.
“Pertemuan ini merupakan implementasi nyata komitmen komunitas bisnis Indonesia dan Filipina ke dalam kerja sama yang bersifat praktis. Indonesia dan Mindanao memiliki kekuatan yang saling melengkapi, khususnya di sektor agribisnis, energi terbarukan, inovasi, dan investasi,” ujar Agus Trenggono.
Menurut Agus, KJRI Davao City akan terus berperan sebagai jembatan penghubung antara komunitas bisnis Indonesia dan Mindanao melalui fasilitasi business matching, promosi investasi, serta pengembangan kemitraan jangka panjang yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif bagi kedua negara.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan High-Level Business Networking Dinner yang dihadiri pejabat Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM), Pemerintah Provinsi Tawi-Tawi, Davao City Chamber of Commerce and Industry, serta para pelaku usaha Indonesia dan Filipina. Dalam kesempatan tersebut seluruh pihak kembali menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama di bidang konektivitas, transportasi, investasi, pertukaran teknologi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Melalui misi bisnis ini, Indonesia dan Mindanao diharapkan semakin mempererat hubungan ekonomi yang telah terjalin selama ini sekaligus membuka peluang investasi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha di kedua negara. (KJRI Davao City/ Andy Gansalangi)





