Tahuna, Sulutnews.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Sangihe merilis hasil pemetaan terbaru tahun 2026 terkait kondisi jaringan telekomunikasi di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Berdasarkan hasil pendataan tersebut, terdapat 43 lokasi yang masih mengalami kendala akses komunikasi, terdiri dari 29 lokasi berstatus low signal dan 14 lokasi berstatus blank spot.
Pemetaan ini dilakukan sebagai dasar dalam mempercepat pemerataan jaringan telekomunikasi hingga ke seluruh wilayah kepulauan, terutama daerah yang masih mengalami keterbatasan akses sinyal seluler dan internet.
Kominfo menjelaskan, low signal merupakan kondisi di mana sinyal masih tersedia namun lemah sehingga koneksi internet berjalan lambat dan tidak stabil. Sementara blank spot adalah wilayah yang sama sekali belum terjangkau layanan seluler maupun internet.

Sebanyak 29 titik low signal tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Tahuna Timur, Manganitu, Tabukan Utara, Nusa Tabukan, Kepulauan Marore, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah, Tabukan Selatan Tenggara, Tamako, hingga Manganitu Selatan.
Sementara itu, 14 lokasi blank spot berada di Kecamatan Manganitu, Tabukan Utara, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah, Tabukan Selatan Tenggara, Manganitu Selatan, serta Kecamatan Tatoareng.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, mengatakan data tersebut bersifat dinamis dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi jaringan di lapangan. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi memberikan informasi apabila terjadi perubahan kondisi jaringan di wilayah masing-masing.
“Apabila terdapat perubahan kondisi jaringan atau terdapat informasi terbaru mengenai lokasi blank spot maupun low signal, silakan sampaikan melalui kolom komentar pada postingan resmi Dinas Kominfo di media sosial. Informasi dari masyarakat akan menjadi bahan verifikasi dan pemutakhiran data oleh Dinas Kominfo Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Ronald Lumiu.
Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting agar data yang dimiliki pemerintah selalu akurat dan dapat menjadi dasar dalam berkoordinasi dengan operator seluler maupun instansi terkait untuk mempercepat pemerataan layanan telekomunikasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kominfo juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur telekomunikasi hingga menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah kepulauan dan perbatasan, sehingga masyarakat dapat menikmati akses komunikasi dan internet yang lebih baik.
Dengan adanya pemetaan ini, diharapkan percepatan pemerataan layanan telekomunikasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat terus berjalan, mendukung pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, aktivitas ekonomi. (Andy Gansalangi)





