Reporter: Dance Henukh
Sulutnews.com.Rote Ndao – Pertanian di Rote Ndao saat ini masih dibebani sejumlah tantangan yang butuh fokus penuh: pengolahan lahan, pengendalian hama, penyediaan bibit unggul, hingga pemasaran hasil panen. Sektor ini saja sudah memerlukan tenaga, anggaran, dan waktu yang tidak sedikit untuk diselesaikan secara tuntas.
Sementara itu, peternakan memiliki karakteristik, aturan, dan tugas yang sama sekali berbeda dan tidak kalah berat. Mulai dari pengawasan kesehatan hewan, pencegahan wabah penyakit, pengembangan bibit unggul, penyediaan pakan, hingga peningkatan pendapatan peternak — semuanya membutuhkan keahlian khusus dan perhatian yang terpisah.
Menggabungkan kedua dinas bukanlah solusi efisien, melainkan justru menambah beban yang membingungkan. Ketika satu lembaga harus menangani dua bidang yang sifatnya berbeda, perhatian akan terbagi, program tidak berjalan maksimal, dan hasilnya pasti akan terabaikan.
Yang dibutuhkan bukan pemangkasan struktur, melainkan kejelasan tugas. Biarkan Dinas Pertanian menyelesaikan semua pekerjaannya dengan tenang, sementara Dinas Peternakan tetap berdiri mandiri untuk mengurus seluruh kepentingan peternak.
Langkah ini satu-satunya cara agar visi “Mbule Kelima: Rote Ndao Bertani” tercapai nyata — kedua sektor berjalan kuat, fokus, dan benar-benar menjadi tulang punggung kesejahteraan masyarakat.
Jangan korbankan masa depan dua sektor utama hanya demi merapikan struktur birokrasi. Biarkan masing-masing berdiri tegak, bekerja terarah, dan memberi manfaat maksimal bagi rakyat.





