Bitung, Sulutnews.com. Lokasi pelaksanaan acara nonton bareng (nobar) di pusat Kota Bitung yang menghadirkan keramaian dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Selain berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas, kegiatan tersebut juga dianggap mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Bitung, Zulfikri Rivai.
Menurutnya, lokasi penyelenggaraan nobar kurang tepat dan sebaiknya dipindahkan ke area dalam Pasar Cita.
Menurut Zulfikri, lokasi tersebut lebih representatif serta tidak berada di jalur utama aktivitas kendaraan.
“Kami tidak mempersoalkan kegiatan nobar yang dilaksanakan. Namun alangkah baiknya jika kegiatan yang mengundang banyak pengunjung ditempatkan di area yang tidak mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas pengguna jalan,” ujar Zulfikri.
Ia juga menilai panitia perlu mempertimbangkan aspek peningkatan ekonomi masyarakat sebagai salah satu manfaat dari kegiatan tersebut.
“Selain tidak mengganggu lalu lintas, kegiatan di dalam pasar dapat membantu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi pedagang.
Harapan kami, Pasar Cita bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi rakyat,” tambahnya.
Zulfikri berharap kegiatan nobar yang digelar Partai NasDem dapat mempertimbangkan lokasi yang lebih strategis dan ramah terhadap kepentingan publik.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri telah mengimbau pemerintah daerah agar pelaksanaan nobar turut memperhatikan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam surat bernomor 4000.2.7/4657/SJ tertanggal 14 Juni 2026, pemerintah daerah juga diminta memperhatikan aspek ketertiban serta pengaturan lalu lintas agar pelaksanaan nobar Piala Dunia di setiap daerah tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Sejumlah pelaku UMKM juga menyesalkan pelaksanaan nobar yang berlangsung di luar area Pasar Cita.
“Kami sudah mengikuti imbauan pemerintah untuk masuk dan berjualan di dalam pasar.
Justru sekarang ada kegiatan keramaian di luar pasar yang menggerus omzet dan pendapatan kami. Ini sangat tidak adil,” ungkap Wiwin, Koordinator Pelaku Usaha UMKM di Pasar Cita, Rabu (17/6/2026).
Selain mendesak Wali Kota melakukan evaluasi terhadap kegiatan tersebut, warga juga berharap pemerintah memperhatikan aktivitas sekolah yang berada di sekitar lokasi nobar.
Diketahui, Sekertaris DPD Nasdem Bitung, Ramlan Ifran mengklarifikasi pemindahan lokasi nobar yang sebelumnya di area pasar cita ke area terminal.
Menurutnya, pemindahan ini sebagai bentuk penghormatan atas agenda Pemkot Bitung yang berencana di lokasi yang sama.
” Kegiatan nobar awalnya memang direncanakan di sekitar kawasan Pasar Cita.
Namun setelah adanya informasi bahwa Pemerintah Kota juga akan menggelar kegiatan di lokasi tersebut,
kami memutuskan untuk memindahkan lokasi nobar agar tidak terjadi benturan kegiatan,” ujar Haji Olan, di kutip dari totabuan.news. Sabtu, 13/06/26.






