Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bitung · 12 Jun 2026 20:53 WITA ·

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Tingkatkan Integritas dan Tinggalkan Budaya Kerja Lama


Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bitung, Ruri Hariri Roesman didampingi Pejabat imigrasi Bitung mengikuti pengarahan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengenai peningkatan integritas, pelayanan publik, dan perubahan budaya kerja di lingkungan Imigrasi Indonesia. Perbesar

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bitung, Ruri Hariri Roesman didampingi Pejabat imigrasi Bitung mengikuti pengarahan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengenai peningkatan integritas, pelayanan publik, dan perubahan budaya kerja di lingkungan Imigrasi Indonesia.

Bitung, Sulutnews.com. Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengimbau seluruh jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi untuk melaksanakan langkah-langkah konkret guna meningkatkan integritas pelayanan publik.

Imbauan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan kepada seluruh petugas Imigrasi di Indonesia serta Atase Imigrasi di Perwakilan RI yang berlangsung secara hybrid di Aula Ditjen Imigrasi, Selasa (9/6/2026).

“Kita serahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan kepada aparat penegak hukum (APH).

Mulai minggu ini, saya minta semua jajaran kembali fokus pada tugas, fungsi, dan program-program yang sudah dicanangkan.

Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan optimal,” ujar Hendarsam.

Ia mengakui bahwa situasi yang dihadapi saat ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi organisasi.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut harus dijadikan sebagai ruang refleksi untuk menghapus praktik dan budaya kerja lama yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman.

“Zaman sudah berubah, dan tuntutan masyarakat saat ini telah berubah. Tidak ada hak istimewa (privilege) bagi siapa pun untuk melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Hendarsam menjelaskan bahwa sebagai institusi pelayanan publik yang berhadapan langsung dengan masyarakat,

Imigrasi sangat rentan terhadap komplain maupun kritik. Karena itu, diperlukan penguatan mental aparatur agar mampu merespons setiap keluhan secara cepat dan transparan.

Menurutnya, Ditjen Imigrasi memiliki sumber daya manusia yang unggul. Namun, kemampuan tersebut harus dibarengi dengan integritas yang kuat agar organisasi dapat terus menjalankan tugasnya secara profesional.

Ia juga menggarisbawahi bahwa orientasi utama Imigrasi saat ini adalah memperpendek jarak dengan masyarakat.

Berbagai persepsi negatif maupun kecemburuan sosial harus dijawab melalui perubahan sikap serta peningkatan kualitas pelayanan.

“Gagasan ‘Imigrasi untuk Rakyat’ lahir karena kita harus mendekatkan diri dan menghilangkan jarak dengan masyarakat.

Fokus kita sekarang adalah membuktikan komitmen itu, merebut kembali kepercayaan publik, dan memastikan bahwa setiap kerja Imigrasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkas Hendarsam.

 

Artikel ini telah dibaca 1,013 kali

Baca Lainnya

Randito Maringka Terpilih Secara Aklamasi Pimpin FASI Kota Bitung

14 Juli 2026 - 15:21 WITA

Hengky Honandar Sambut Mahasiswa KKT UNSRAT Angkatan 148 di Bitung

14 Juli 2026 - 13:08 WITA

AKP Abdul Natip Titipkan Lima Pesan untuk Siswa MA Alkhairaat Bitung 

14 Juli 2026 - 00:26 WITA

AKP Abdul Natip Anggai

Pimpin Apel Perdana Tim Opsnal, Kapolres Bitung Fokus Kenyamanan Warga 

13 Juli 2026 - 21:23 WITA

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sulut 14–17 Juli

12 Juli 2026 - 20:36 WITA

Banjir rob

Wali Kota Hengky Honandar Melayat ke Rumah Duka Pnt. Yulianus Nanna

11 Juli 2026 - 19:45 WITA

Trending di Bitung