Reporter : Dance Henukh
Sulutnews.com . Rote Ndao – Pembangunan K-SIGN tahap kedua ini berjalan dengan prinsip yang adil, terbuka, dan tentu saja bermanfaat untuk jangka panjang. Caranya dengan menjalin kerja sama yang baik antara pemilik lahan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Semua kesepakatan dibuat secara jelas dan jujur, tidak ada yang ditutup-tutupi. Tujuannya agar kedua pihak sama-sama diuntungkan. Karena itulah warga pemilik lahan di Rote pun ikut mendukung penuh jalannya proyek ini.
Pernyataan Pemilik Lahan
“Kami awalnya bertanya-tanya, tapi setelah dijelaskan satu per satu dengan terbuka, kami jadi mengerti. Penggantian lahannya layak, tidak merugikan kami, dan nanti kami juga bisa ikut bekerja di lokasi ini. Ini bukan cuma soal menyewakan tanah, tapi kami merasa punya andil dan keuntungan jangka panjang. Tentu saja kami dukung sepenuhnya,” ujar Rener Lenggu Dan Joni Bolla pemilik lahan di lokasi Tambag Garam Kecamatan Rote Timur Jumat 12 Juni 2016
“Kami ingin membangun bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, tapi juga untuk memajukan daerah ini. Prinsip kami jelas: tidak ada yang dirugikan. Semua kesepakatan dibicarakan bersama, dan masyarakat kami libatkan langsung dalam prosesnya. Ini proyek milik bersama, jadi keberhasilannya juga akan kami nikmati bersama-sama,” ungkap perwakilan pelaksana program K-SIGN. (Miftahul Huda – Sesditjen Pengelolaan Kelautan DJPK-KKP)
Dari kerja sama ini, masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Mereka mendapatkan keuntungan dari penggunaan lahannya, serta menerima penggantian yang layak untuk bagian tanah yang dibangun.
Selain membantu memenuhi kebutuhan garam nasional, program ini juga membuka kesempatan mencari nafkah baru. Perekonomian di daerah pun ikut tumbuh, dan kesejahteraan warga perlahan bisa meningkat.
Bukan hanya menyewakan tanah saja, warga juga dilibatkan langsung sebagai tenaga kerja untuk mengelola dan memanen garam nantinya. Dengan cara seperti ini, pembangunannya terasa milik bersama, berjalan lancar, dan hasilnya bisa dinikmati oleh masyarakat Rote dalam waktu yang lama.





