Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Adat Budaya · 6 Jul 2026 15:33 WITA ·

Derap Kuda HUS NDE’O 2026: DI Tasilo, Budaya Rote NdaoTidak Hanya Diceritakan, Tapi Di Hidupkan Kembali


Derap  Kuda HUS NDE’O 2026: DI Tasilo, Budaya Rote NdaoTidak Hanya Diceritakan, Tapi Di Hidupkan Kembali Perbesar

Reporter: Dance Henukh

Sulutnews.com – Rote Ndao, 6 Juli 2026
Ada suara yang tak pernah mati meski zaman berganti: suara derap kuda di atas tanah leluhur, suara teriakan adat yang membelah langit, suara tawa dan doa yang bersatu dalam satu irama. Rabu, 9 Juli 2026, suara itu akan bergema lebih keras dari biasanya. Di tanah Desa Tasilo, Kecamatan Loaholu, sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar pesta rakyat akan terjadi: Festival Hus Nde’o, jati diri paling agung orang Rote Ndao, bangkit kembali dengan segala kemegahannya.

Banyak orang tahu nama Hus Nde’o, tapi sedikit yang benar‑benar merasakan getarannya. Ini bukan pementasan yang diatur sekadar untuk dilihat mata. Ini adalah momen di mana masa lalu berjalan beriringan dengan masa kini. Pukul 09.00 WITA, saat matahari mulai menyapa puncak bukit, barisan Huda Hias atau Hus akan bergerak gagah. Kuda‑kuda perkasa berhias kain tenun bermotif cerita, ditunggangi pria‑pria bermahkota tiara khas Rote, berjalan lambat namun penuh wibawa — seolah leluhur sendiri ikut berbaris di tengah mereka. Di sinilah letak keistimewaannya: budaya di sini tidak dipajang di balik kaca museum, tapi berjalan, bernapas, dan hidup di antara kita.

Bupati Paulus Henukh, SH dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan akan hadir tepat di tengah kerumunan, bukan hanya berdiri di atas panggung resmi. Kehadiran mereka adalah pesan tegas: melestarikan adat bukan tugas orang tua saja, tapi komitmen seluruh pimpinan daerah untuk memastikan akar ini tidak pernah terputus. Di bawah naungan semangat #KeRoteSaja dan nilai BerAKHLAK, festival ini sekaligus bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal aspal dan gedung, tapi juga soal menjaga jiwa masyarakatnya.

Setiap sudut acara menyimpan makna yang menusuk hati. Ada Li Butu atau Silat Hampung, di mana setiap gerakan tangan dan kaki bukan sekadar teknik bela diri, tapi ajaran tentang kekuatan yang harus disertai kerendahan hati. Ada Hebalki Bersama, tradisi berbagi makanan dari satu wadah besar, yang mengingatkan kita keras‑keras: sehebat apa pun kita melangkah ke dunia luar, kita tetap saudara yang lahir dari satu tanah yang sama.

Bagi ekonomi warga, hari itu pun menjadi harapan nyata. Pameran UMKM membuka ruang seluas‑luasnya: tenun yang ditenun berbulan‑bulan, anyaman yang dibentuk dengan kesabaran, kuliner tradisional yang aromanya mengundang dari kejauhan, semua ada di sana. Setiap pembelian adalah apresiasi langsung atas keringat warga, sekaligus cara paling sederhana mengatakan: kami bangga dengan buatan daerah sendiri. Belum lagi kejutan manis: panitia menyiapkan beragam hadiah menarik lewat undian, menambah senyum‑senyum bahagia yang sudah berserakan di sepanjang jalan desa.

Sering kita bertanya, untuk apa sebenarnya budaya dijaga? Jawabannya ada di Hus Nde’o. Ia adalah cermin yang memberitahu kita dari mana asal kita, dan memberi arah hendak dibawa ke mana anak cucu kita kelak. Tanpa Hus Nde’o, Rote Ndao hanyalah nama di peta. Dengan Hus Nde’o, Rote Ndao adalah rumah yang memiliki jiwa.

Maka jangan sampai kamu hanya menjadi pendengar cerita keesokan harinya. Jangan biarkan momen langka ini berlalu begitu saja lewat layar gawai. Datanglah ke Tasilo tanggal 9 Juli nanti. Dengar sendiri derap kudanya, hirup sendiri harum tanah dan kemenyan adatnya, rasakan sendiri kehangatan persaudaraan yang sulit dicari di tempat lain. Di sana, kamu tidak sekadar menjadi penonton. Kamu menjadi bagian dari sejarah yang sedang ditulis ulang dengan indah.

1. Hus Nde’o 2026: Saat Derap Kuda Membawa Pulang Jiwa Rote Ndao
2. 9 Juli di Tasilo: Festival Hus Nde’o, Di Mana Adat Bicara Lebih Keras Dari Kata
3. Bukan Sekadar Pesta! Hus Nde’o 2026 Bukti Budaya Rote Ndao Masih Berdiri Tegak
4. Tasilo Akan Bergemuruh: Mengapa Festival Hus Nde’o Wajib Kamu Datangi Tahun Ini?

HUS NDE’O 2026: JANGAN CUMA DENGAR CERITA, DATANGLAH MERASAKANNYA!
🗓️ Rabu, 9 Juli 2026
⏰ 09.00 WITA – Selesai
📍 Desa Tasilo, Kecamatan Loaholu
👥 Hadir Bupati Paulus Henukh, SH & Wabup Apremoi D. Dethan

Parade Kuda Hias Hus yang gagah perkasa
Li Butu — silat tradisi penuh filosofi hidup
Hebalki Bersama — berbagi rasa dalam satu ikatan
Pameran UMKM — dukung langsung karya warga
Hadiah undian menarik menanti keberuntunganmu

Budaya tidak akan kuat jika hanya dijaga dari jauh. Datang, lihat, ikut merasakan, dan jadilah bagian dari kebanggaan itu.
#KeRoteSaja #HusNdeo2026 #BudayaRoteHidupKembali

Artikel ini telah dibaca 1,227 kali

Baca Lainnya

Masyarakat Minta Kejati NTT Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Rehabilitasi Saluran Irigasi di Rote Ndao

26 Juli 2026 - 10:09 WITA

DPRD Rote Ndao Tetapkan Perda Pertanggungjawaban APBD TA 2025

24 Juli 2026 - 18:23 WITA

Dugaan Suap Mencuat di Tengah Lambannya Penanganan Kasus Mobil Yohanes Anggi, Polda NTT dan Mabes Polri Didesak Lakukan Pemeriksaan

24 Juli 2026 - 14:04 WITA

Ucapan Hotman “Lu punya otak nggak?” itu Ucapkan DI DEPAN PULUHAN WARTAWAN LAIN, Di Kejaksaan Agung, Wartawan SEDANG MENJALANKAN TUGAS PROFESINYA.

23 Juli 2026 - 22:32 WITA

Jangan Anggap Sepele , Dengan Satu Nomor Laporan Polisi Hotman Paris Memohon Maaf Kepada Wartawan

22 Juli 2026 - 21:41 WITA

Pansus Ranperda Perizinan Berusaha DPRD Sulut Target Dua Bulan Selesai

21 Juli 2026 - 22:10 WITA

Trending di Advetorial