Editor: Michael G. Tumiwang/UKW6508
MANADO– Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara, Sintya Bojoh, mengukuhkan Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) PWI Kota Manado disaksikan Wakil Walikota Manado, dr. Richard Sualang, dalam seremoni yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Manado, Kamis, 11 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Sintya Bojoh menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme, soliditas organisasi, serta peran strategis pers dalam mendukung pembangunan daerah. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus Pokja PWI Manado yang baru dilantik, seraya berharap mereka mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.
Ketua Pokja PWI Kota Manado yang baru, Arsenius Hut Kamrin Tawi, bersama seluruh pengurus diminta untuk senantiasa menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam setiap aktivitas pemberitaan.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan mengedepankan profesionalisme dan kode etik jurnalistik,” ujar Sintya.
Menurutnya, Kota Manado memiliki posisi strategis dalam dinamika pers di Sulawesi Utara. Sebagai ibu kota provinsi, arus informasi dari Manado sangat memengaruhi persepsi publik, sehingga keberadaan Pokja PWI Manado menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas dan kredibilitas pemberitaan.
Ia juga menjelaskan bahwa pembentukan Pokja di Kota Manado merupakan bagian dari mekanisme organisasi PWI sesuai dengan aturan yang berlaku, di mana di tingkat ibu kota provinsi tidak dibentuk pengurus cabang, melainkan Kelompok Kerja yang bertanggung jawab langsung kepada PWI provinsi.
Dalam arahannya, Sintya menyampaikan tiga pesan utama kepada pengurus baru. Pertama, menjaga soliditas dan kekompakan organisasi sebagai fondasi utama dalam menjalankan program kerja. Kedua, meningkatkan profesionalisme di tengah derasnya arus informasi digital yang rentan terhadap penyebaran hoaks, melalui peningkatan kompetensi seperti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan pelatihan jurnalistik.
Ketiga, menjadikan PWI sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pers harus mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif tanpa kehilangan independensi.
“Kita bukan corong pemerintah, tetapi juga bukan pihak yang berseberangan. Pers harus menjadi mitra kritis yang menyampaikan kritik secara membangun demi kemajuan daerah,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Sintya Bojoh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado atas dukungan yang selama ini diberikan kepada insan pers. Ia berharap sinergi antara PWI dan pemerintah daerah terus diperkuat guna meningkatkan literasi publik serta mendukung pembangunan daerah.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi Pokja PWI Manado untuk semakin berkontribusi dalam menjaga kualitas jurnalistik dan memperkuat peran pers di tengah masyarakat.(*)







