Reporter : Dance Henukh
Sulutnews.com.Rote Ndao – Terlihat sepasang suami istri berdiri berdampingan dengan sangat elegan, memancarkan rasa bangga yang tulus dari dalam hati. Pada diri keduanya melekat kuat warisan budaya Rote—bukan sekadar tampilan pakaian semata, melainkan nyawa dari identitas yang telah dijaga dan diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi. Kain yang mereka kenakan berwarna dasar hitam yang tegas, dihiasi tenun tradisional yang memadukan warna merah, putih, dan coklat; paduan yang sarat makna dan telah lama menjadi ciri khas kebanggaan tanah Rote Ndao.
Setiap motif yang teranyam indah di atas kain bukanlah sekadar hiasan belaka. Pola-pola tersebut bagaikan bahasa bisu yang menceritakan kisah perjalanan leluhur, menggambarkan keterikatan erat dengan alam sekitar, serta menampakkan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh dalam kehidupan bermasyarakat. Di dalam setiap helai benang yang ditenun dengan ketelatenan tersimpan penghormatan mendalam terhadap tanah tempat berpijak, kearifan menjaga lingkungan, serta ajaran abadi tentang kebersamaan, semangat bekerja sama, dan keharmonisan antar sesama.
Bagi pasangan ini, busana adat yang dikenakan jauh melampaui fungsi sebagai penutup tubuh atau pelengkap penampilan. Ia adalah simbol jati diri yang mengingatkan dari mana mereka berasal, sekaligus pengikat persatuan yang kokoh. Pakaian ini melambangkan keutuhan dalam ikatan rumah tangga, sekaligus meneguhkan kedudukan mereka sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga besar masyarakat Rote. Lebih dari itu, mengenakan busana ini adalah wujud penghormatan tulus kepada para pendahulu, sekaligus komitmen untuk terus melestarikan tradisi agar tidak luntur tergerus perubahan zaman.
Di tengah derasnya arus modernisasi, pemandangan ini menjadi bukti nyata bahwa budaya bukanlah sesuatu yang mati di masa lalu. Ia terus hidup dan bernapas dalam jiwa setiap orang yang mencintainya. Sepasang suami istri ini menjadi teladan: mereka membuktikan bahwa warisan leluhur dapat tetap terjaga, menjadi identitas yang membanggakan, dan mengingatkan kita bahwa melestarikan budaya adalah cara terbaik untuk menghormati jati diri, sekaligus membangun masa depan yang kokoh berakar pada nilai-nilai luhur.





