Bolmong Utara, Sulutnews.com – Kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dalam rangka memperingati ulang tahun Bolmong Utara ke-19, Tahun 2026. Acara pencerahan nurani berlangsung di Lapangan Kembar Boroko Kecamatan Kaidipang. Minggu (24/05/2026).
Para alim ulama sepakat bahwa mengonsumsi sesuatu dari sumber yang haram (seperti korupsi, riba, mencuri, atau penipuan) hukumnya adalah dosa besar. Harta haram tidak akan membawa keberkahan dan dapat mendatangkan dampak buruk baik di dunia maupun akhirat.
Para ulama memperingatkan ancaman berat berdasarkan hadis riwayat at-Thabrani, “Setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram, maka neraka lebih utama membakarnya.”
Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa surga adalah tempat yang suci, sehingga tubuh yang terbentuk dari makanan haram tidak akan bisa memasukinya kecuali setelah mendapat ampunan Allah.
Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad (UAS) menegaskan kembali tentang makanan yang masuk ke dalam tubuh sangat memengaruhi fungsi otak dan perilaku manusia.
Beliau menekankan bahwa mengonsumsi makanan haram, terutama yang berasal dari riba yang mengalirkan darah kotor ke otak, yang pada akhirnya mendorong seseorang untuk sering berbohong dan melakukan dosa.
Mengenai makanan dan keterkaitan dengan otak manusia, UAS menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi diproses menjadi darah. Darah yang mengandung rezeki haram akan mengalir ke jantung, naik ke otak, dan mengotori pusat pemikiran tersebut.
Bagian depan otak atau ubun-ubun sangat sensitif terhadap asupan nutrisi dan gizi. Jika dipasok dengan zat atau darah dari sesuatu yang haram, hal ini dapat mengontrol manusia untuk menjadi penjahat, pembohong, dan pelaku maksiat.
Beliau kerap mengingatkan para orang tua agar sangat berhati-hati dalam mencari nafkah. Makanan haram yang disuapkan kepada anak dan istri tidak hanya merusak akhlak, tetapi juga membuat doa-doa sulit dikabulkan dan daging yang tumbuh di badan kelak akan mendapat azab neraka.
Diselingi dengan canda penuh makna, UAS mengatakan; “Saya tidak pernah makan makanan haram, kecuali makan nasi,”. Para jamaah yang duduk bersila tertawa sambil tersenyum simpul penuh arti.
Usai tausiah, dilanjutkan dengan doa bersama yang di pimpin oleh Al Habib Salim bin Abdurrahman Aljufri. *** GG










