Reporter : Dance Henukh
Sulutnews.com, Rote Ndao — Momen istimewa dan bersejarah terukir jelas di Bumi Nusa Lontar, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, saat Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, tiba menginjakkan kaki di tanah yang penuh gula air. Kehadiran nomor dua di negara ini disambut langsung oleh alam, ketika rintik air hujan turun mengguyur deras membasahi seluruh wilayah Rote Ndao di jumat pagi 22 Mei 2026.
Namun, di tengah guyuran hujan yang tak menyurutkan semangat masyarakat, pemandangan menarik dan penuh makna ini tersaji di samping kanan dan kiri Mas Wapres. Di sisi kiri, beliau terlihat sangat terjaga dan didampingi ketat oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk. Sementara di sisi kanan, Gubernur NTT, Melki Lakalena, berdiri dan duduk siaga tak kalah dekatnya. Keduanya seolah menjadi dua sayap penyangga yang senantiasa mengawal setiap langkah Wapres, tak beranjak sedikit pun meski cuaca sedang tidak bersahabat.
Kedekatan dan posisi strategis kedua pemimpin daerah ini memunculkan pertanyaan dan rasa penasaran banyak pihak: Sebenarnya apa yang ingin disampaikan?
Apa kiranya pesan penting, aspirasi, atau harapan besar yang hendak dibisikkan oleh dua petinggi daerah ini kepada Mas Wapres Gibran di sela-sela kedatangan Kabupaten Rote Ndao?
Yang pasti, di tengah derasnya hujan yang dipercaya masyarakat sebagai pertanda berkah dan limpahan rezeki, Bupati Paulus Henuk dan Gubernur NTT Melki Lakalena tetap mempertahankan sikap siaga, tenang, dan penuh hormat. Bahkan dalam posisi duduk pun, keduanya tetap berada di sisi Wapres, menunjukkan kesetiaan dan komitmen penuh untuk membawa Rote Ndao dan Nusa Tenggara Timur semakin maju di bawah perhatian pemerintah pusat.
Momen ini kini tercatat dalam sejarah panjang Kabupaten Rote Ndao kedatangan pemimpin negara, disambut alam dengan hujan berkah, dan dikawal erat oleh dua pemimpin daerah yang siap memperjuangkan apa saja demi kesejahteraan rakyatnya NTT.






