Reporter : Dance Henukh
Sulutnews.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil meraih penghargaan Swasembada Pangan Tahun 2025 yang diserahkan di Jakarta pada Januari 2026. Keberhasilan ini didukung oleh peningkatan produksi pangan yang signifikan, sekaligus menjadi dasar yang kuat untuk memperkuat target di tahun 2026.
Pada tahun 2025, luas tanam padi mencapai 250.528 hektare atau memenuhi 96,11% dari target yang ditetapkan. Hasilnya, produksi gabah kering giling mencapai 958 ribu ton, meningkat sebesar 35,38% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, kontribusi NTT turut mendongkrak produksi beras Indonesia menjadi 34,71 juta ton, naik 13,36% dari tahun 2024.
Keberhasilan ini diraih melalui dua strategi utama: intensifikasi yang meliputi bantuan pompanisasi, irigasi perpompaan, perbaikan jaringan irigasi, dan alat mesin pertanian; serta ekstensifikasi atau perluasan lahan non rawa yang didukung program tanggung jawab sosial perusahaan. Selama 2024–2025, dukungan anggaran mencapai Rp384,9 miliar, mencakup bantuan alsintan, pupuk, hingga pengairan untuk total 28.723 hektare lahan.
Meskipun berhasil, NTT masih menghadapi tantangan struktural seperti sawah tadah hujan sebesar 61,73%, keterbatasan benih unggul, dan ruang fiskal yang terbatas. Untuk tahun 2026, target ditingkatkan menjadi luas tanam 273.800 hektare dengan produksi ditargetkan mencapai 1.184.540 ton gabah. Upaya ke depan difokuskan pada perlindungan lahan, efisiensi air, serta diversifikasi pangan agar ketahanan pangan NTT makin kokoh dan berkelanjutan.






