Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Internasional · 7 Mei 2026 11:18 WITA ·

Kehadiran Usman Husin Penuh Harapan dan Kegembiraan di Pinggir Bendungan Lekobatu: Harapan Pertanian dan Ekonomi Masyarakat


Kehadiran Usman Husin Penuh Harapan dan Kegembiraan di Pinggir Bendungan Lekobatu: Harapan Pertanian dan Ekonomi Masyarakat Perbesar

Reporter : Dance Henukh

Rote Ndao.sulutnews.com – Bendungan Lekobatu pernah menjadi saksi bisu penderitaan panjang para petani. Selama lebih dari 20 tahun, bangunan vital ini rusak parah dan kering kerontang, tak mampu lagi menyalurkan setetes pun air ke hamparan persawahan. Kondisi ini membawa dampak buruk yang nyata: hasil panen merosot tajam, musim tanam terbatas hanya satu kali dalam setahun, dan perekonomian keluarga petani semakin terpuruk. Bagi warga Desa Temas, Modosina, hingga Lidor, bendungan itu hanyalah bangunan mati yang tak lagi berdaya menopang kehidupan mereka.

Namun, kisah kelam itu kini telah berubah sepenuhnya menjadi cerita kebahagiaan. Berkat perjuangan yang tak kenal lelah, perbaikan bendungan dimulai pada tahun 2025, dan kini Bendungan Lekobatu telah kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Air jernih kembali mengalir deras mengisi saluran irigasi dan membasahi petak-petak sawah yang lama menanti. Kabar paling menggembirakan, para petani kini sudah bisa memanfaatkannya untuk dua kali musim tanam dalam satu tahun. Di suasana sederhana di pinggir sawah, rasa syukur dan kegembiraan begitu terasa menyelimuti hati warga. Mereka tak henti menyampaikan terima kasih, karena fasilitas yang lama terbengkalai itu kini kembali menjadi sumber kehidupan dan harapan baru bagi kelangsungan usaha tani mereka.

Di tengah kebahagiaan yang meluap-luap itu, kehadiran Usman Husin disambut dengan antusiasme luar biasa. Ia hadir bukan sekadar sebagai pejabat atau wakil rakyat, melainkan sebagai sosok yang turut berjuang keras memulihkan bendungan ini. Usman pun mengungkapkan kebahagiaannya bisa bertemu langsung dengan masyarakat di tempat yang memiliki makna begitu besar bagi kehidupan mereka.

“Para petani meminta kegiatan reses dilakukan tepat di sini karena mereka ingin meluapkan rasa syukur. Setelah puluhan tahun rusak dan terbengkalai, sekarang bendungan ini sudah berguna kembali. Air sudah mengalir ke sawah, dan manfaat nyatanya sudah dirasakan petani,” ujar Usman Husin di hadapan warga yang berkumpul.

Ia menegaskan kembali bahwa perhatian terhadap kebutuhan dasar petani—terutama ketersediaan air irigasi—harus tetap menjadi prioritas utama. Sebab, hal itu berkaitan langsung dengan tingkat kesejahteraan masyarakat luas. “Kalau air tersedia cukup, petani bisa mengolah lahan lebih maksimal, hasil panen meningkat berlipat ganda, dan otomatis ekonomi keluarga serta taraf hidup mereka pun ikut membaik. Saya ingin setiap apa yang kami perjuangkan benar-benar dirasakan manfaatnya sampai ke masyarakat,” tegasnya penuh keyakinan.

Kini, Bendungan Lekobatu tidak lagi dikenal hanya sebagai kisah kerusakan puluhan tahun. Di mata para petani, tempat itu telah berubah makna: dari bangunan yang menyisakan kekecewaan, kini menjelma menjadi sumber harapan baru. Di sanalah air kembali menghidupkan persawahan, sekaligus menumbuhkan semangat baru menuju masa depan pertanian yang lebih maju, makmur, dan sejahtera.

Artikel ini telah dibaca 1,023 kali

Baca Lainnya

DPRD Rote Ndao Komisi II Respon Cepat: Panggil Pimpinan RSUD Ba’a ke RDP Besok, Usut Tuntas Kematian Agustinus Mau

13 Juli 2026 - 12:16 WITA

Nyawa Dihargai Lebih Murah dari Biaya Ambulans: RSUD Ba’a Halangi Rujukan, Agustinus Mau Mati Sia‑sia

13 Juli 2026 - 08:33 WITA

Forum Tanah Air Menyikapi Perseteruan Institusi Kejaksaan Dan Kepolisian

11 Juli 2026 - 21:13 WITA

KEPASTIAN HUKUM ATAS TANAH 170,55 HEKTAR DENGAN SURAT PERNYATAAN BERSAMA UNTUK TUTUP SENGKETA PULUHAN TAHUN

9 Juli 2026 - 21:40 WITA

ATURAN BARU 2026 TEGAS SEKALI!PENGENALAN SISWA BARU OSPEK ANEH‑ANEH DILARANG TOTAL, SANKSI BERAT SAMPAI DICOPOT JABATAN

8 Juli 2026 - 08:31 WITA

MPLS TAHUN AJARAN 2026/2027 DIBUKA: BUPATI & WAKIL BUPATI ROTE NDAO KUKUHKAN “MPLS RAMAH”, TANPA OSPEK ANEH‑ANEH DAN TANPA KEKERASAN

8 Juli 2026 - 08:24 WITA

Trending di News