MANADO,Sulutnews.com– DPRD Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2025, yang berlangsung di ruang rapat DPRD Sulut, Rabu (25/3/2026). Rapat dipimpin Ketua DPRD, Fransiscus Silangen, didampingi para wakil ketua, Michaela Paruntu, Royke Anter, dan Stella Runtuwene.Berbagai capaian dan upaya pembangunan yang telah diupayakan dapat menjadi landasan yang kuat untuk melangkah kebih maju kedepan.

“Berharap kepemimpinan Gubeenur dan Wakil Gu ernur semakin Kuat, sinergi bersama DPRD dan seluruh pemangku kepentingan, dalam mendorong laju lercepatan pembangunan daerah, peningkatan kesejajtraan masyarakat serta mwnciptakan tata kelolah pemerintahan yang semakin baik, transparansi dan akuntabel,” ungkap Fransiscus Silangen
Sememtara itu dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menegaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah kepada DPRD, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.“LKPJ adalah instrumen yang menghubungkan mandat rakyat yang dijalankan eksekutif dengan fungsi pengawasan legislatif. Ini menjadi momentum evaluasi bersama terhadap pelaksanaan pembangunan daerah,” ujar gubernur YSK
Ia menyebut, tahun 2025 merupakan masa transisi yang penuh tantangan sekaligus peluang dalam melanjutkan program strategis pembangunan menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Kinerja Keuangan Daerah
Dalam paparannya, gubernur menyampaikan realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp3,65 triliun atau 96,38 persen dari target sebesar Rp3,78 triliun. Sementara realisasi belanja daerah tercatat Rp3,32 triliun atau 91,36 persen dari total anggaran.
Menurutnya, capaian tersebut didukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk melalui digitalisasi layanan pajak kendaraan serta pengelolaan aset daerah yang lebih produktif.
Capaian Sektor Strategis
Pada sektor pelayanan dasar, Pemprov Sulut mencatat sejumlah capaian, di antaranya:
• Pendidikan: Penguatan SMK berbasis industri serta pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan
• Kesehatan: Penurunan stunting dan peningkatan layanan rumah sakit rujukan
• Infrastruktur: Pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi untuk mendukung konektivitas
• Perumahan: Program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH)
• Keamanan: Penguatan sinergi penanganan bencana dan ketertiban umum
Selain itu, pada sektor non-pelayanan dasar, pemerintah juga mendorong ketahanan pangan melalui gerakan pangan murah, peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan di BLK, serta penguatan konektivitas transportasi.
Sektor Unggulan
Gubernur juga menyoroti pengembangan sektor unggulan daerah, seperti:
• Pariwisata melalui revitalisasi destinasi dan pembukaan rute internasional
• Kelautan dan perikanan dengan dukungan sarana tangkap dan ekspor
• Pertanian dan perkebunan melalui hilirisasi komoditas
• Energi dengan penyediaan listrik 24 jam di sejumlah pulau
Ia menegaskan, seluruh capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendorong pembangunan yang merata.
“Komitmen kami adalah memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi masyarakat, meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika di lapangan,” kata Gubernur.
Rapat paripurna ini menjadi bagian penting dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah sekaligus memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam pembangunan Sulawesi Utara ke depan.(josh tinungki)







