Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

NTT · 18 Des 2025 23:41 WITA ·

Bupati Rote Ndao Diminta Periksa Kembali Beasiswa: Ada Dugaan Manipulasi Data Penerima oleh FT dan YS Mencuat Di Dinas Pendidikan Rote Ndao


Foto Ilustrasi Perbesar

Foto Ilustrasi

Rote Ndao,Sulutnews.com – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, berada di bawah tekanan publik untuk segera melakukan audit ulang terhadap daftar penerima beasiswa yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Desakan ini muncul dengan menguatnya indikasi adanya praktik manipulasi data oleh oknum kepala bidang yang diduga mengubah nama-nama penerima beasiswa. Akibatnya, beasiswa yang seharusnya menjadi hak siswa dari keluarga kurang mampu, justru dinikmati oleh anak-anak pejabat.

Program beasiswa ini, yang bertujuan memberikan dukungan finansial bagi mahasiswa yang berprestasi dari keluarga kurang mampu, menjadi harapan bagi banyak anak-anak yang orang tuanya tidak bermampu di Rote Ndao. Inisiatif ini selaras dengan visi dan misi Bupati Paulus Henuk yang selalu menekankan pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil di seluruh pelosok kabupaten Rote Ndao.

Namun, realita di data penerima jauh panggang dari api. Janji manis tentang beasiswa berubah menjadi kekecewaan mendalam bagi anak-anak kuliah yang orang tuanya tidak bermampu. Dana beasiswa yang seharusnya menjadi hak anak-anak dari keluarga pra-sejahtera, justru mengalir ke kantong anak-anak pejabat daerah, termasuk anak-anak anggota DPRD, petinggi partai, dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Banyak mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang seharusnya menerima beasiswa, justru tidak mendapatkannya,” ujar seorang warga yang memilih untuk tidak disebutkan namanya.

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat kurang mampu yang merasa aspirasi mereka diabaikan. Mereka mendesak Bupati Paulus Henuk untuk segera bertindak tegas, mengusut tuntas masalah ini, dan memastikan bahwa beasiswa disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terkait dugaan penyimpangan dalam penyaluran dana beasiswa ini. Masyarakat menuntut transparansi dan keadilan ditegakkan, sehingga tujuan luhur untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Rote Ndao bagi masyarakat kurang mampu dapat terwujud.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,036 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional