Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

NTT · 14 Des 2025 18:23 WITA ·

Gubernur NTT Melky Laka Lena Hadiri Rakor Sinergi Pembangunan : Beta NTT Manis dan Bae, Baku Sayang–Baku Jaga, Ayo Bangun NTT


Gubernur NTT Melky Laka Lena Hadiri Rakor Sinergi Pembangunan : Beta NTT Manis dan Bae, Baku Sayang–Baku Jaga, Ayo Bangun NTT Perbesar

Kupang, Sulutnews.com — Gubernur NTT Melky Laka Lena menghadiri Rapat Koordinasi Sinergi Pembangunan Daerah bertema “Beta NTT Manis dan Bae, Baku Sayang–Baku Jaga, Ayo Bangun NTT” di Hotel Harper Kupang, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menyatukan komitmen Pemerintah Provinsi NTT bersama diaspora NTT di dalam dan luar negeri guna mendorong pembangunan daerah.

Dalam forum tersebut, Gubernur menegaskan komitmen Pemprov NTT membangun kolaborasi yang berkelanjutan, terstruktur, dan inklusif dengan diaspora melalui penguatan kelembagaan bersama. Kesepakatan utama yang dicapai adalah pembentukan Sekretariat Bersama “Ayo Bangun NTT” sebagai wadah koordinasi resmi antara pemerintah dan diaspora, tanpa menghilangkan identitas serta wadah komunitas yang telah tumbuh di berbagai daerah.

“Yang kita bangun bukan untuk meniadakan rumah besar diaspora yang sudah ada, tetapi menjahit kekuatan itu agar terhubung secara sistematis dengan agenda pembangunan NTT,” ujar Gubernur. Sekretariat bersama ini, lanjut dia, diharapkan menjadi instrumen untuk merencanakan, mengawal, dan memastikan kontribusi nyata diaspora bagi daerah.

Gubernur juga menekankan pentingnya pendekatan kontekstual. Karakter dan tantangan masyarakat NTT yang berada di Papua, Maluku, Bali, NTB, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Sumatra tentu berbeda. “Jadi, tidak perlu banyak program, cukup satu program konkret di tiap wilayah, tetapi benar-benar menjawab persoalan mendasar, mulai dari administrasi kependudukan, perlindungan tenaga kerja, hingga kontribusi ekonomi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov NTT juga memperkuat kerja sama antar daerah, khususnya dengan Bali dan NTB, serta menyiapkan kolaborasi lanjutan dengan Jawa Timur, Maluku, dan Papua. Kerjasama ini mencakup aspek konektivitas, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi dengan melibatkan peran aktif diaspora.

Perlindungan tenaga kerja asal NTT menjadi perhatian serius. Gubernur menyatakan bahwa pembekalan keterampilan, pemahaman hukum, kontrak kerja yang jelas, serta pendampingan sejak awal harus dilakukan agar anak-anak NTT terlindungi di daerah tujuan bekerja.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi NTT, perwakilan diaspora, dan Bank NTT sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi membangun NTT yang lebih maju dan berkeadilan.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,110 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional