Rote Selatan, Sulutnews.com – Aroma kecurigaan menyelimuti proyek rehabilitasi ruang kelas SD Inaoe di Rote Selatan, dengan sorotan utama tertuju pada praktik pengerjaan malam hari yang dilakukan oleh CV. Yevalmax Calvari. Masyarakat Rote Selatan kini menaruh harapan besar pada Bupati Rote Ndao, Bapak Paulus Henuk, untuk tidak hanya melakukan evaluasi, tetapi juga mengambil langkah tegas terkait kontrak yang telah disepakati dengan CV. Yevalmax Calvari. Dana sebesar Rp. 510.000.000 dari APBD Rote Ndao 2025 yang dialokasikan untuk proyek ini harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.
Pengerjaan Malam Hari: Lebih dari Sekadar Kejanggalan.
Pengerjaan proyek di bawah kegelapan malam bukan hanya menimbulkan kejanggalan, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas pekerjaan dan potensi penyimpangan anggaran. Masyarakat khawatir bahwa praktik ini dilakukan untuk menutupi penggunaan material yang tidak sesuai standar atau untuk mempercepat pekerjaan tanpa memperhatikan kualitas. Pernyataan implisit dari Matias Siokain, pemilik CV. Yevalmax Calvari, yang meminta agar fakta pengerjaan malam hari tidak dipublikasikan, semakin memperkuat kecurigaan tersebut.
Rincian Proyek yang Dikerjakan oleh CV. Yevalmax Calvari: Audit yang Mendesak
Berikut adalah rincian pekerjaan yang dikerjakan oleh CV. Yevalmax Calvari, yang kini menjadi sorotan publik:
1. Pengadaan Meja Kursi: Anggaran Rp. 272.250.000 dari APBD Rote Ndao. Lokasi pekerjaan: Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Rote Ndao.
2. Rehabilitasi Ruang Kelas SD Inaoe: Anggaran Rp. 510.000.000 dari APBD Rote Ndao 2025. Satuan kerja: Dinas PKO Rote Ndao.
3. Pengadaan Meja Kursi Siswa SMP: Anggaran Rp. 288.750.000 dari APBD Rote Ndao 2025. Satuan kerja: Dinas PKO.
Masyarakat mendesak agar dilakukan audit independen terhadap semua proyek yang dikerjakan oleh CV. Yevalmax Calvari, khususnya proyek rehabilitasi SD Inaoe. Audit ini harus melibatkan tenaga ahli yang kompeten dan independen untuk memastikan objektivitas dan akurasi.
Evaluasi dan Tindakan Tegas: Momentum untuk Membangun Kepercayaan
Masyarakat Rote Selatan tidak hanya menuntut evaluasi, tetapi juga tindakan tegas dari Bupati Rote Ndao jika terbukti adanya penyimpangan atau pelanggaran dalam pelaksanaan proyek. Tindakan tegas ini dapat berupa:
– Sanksi Administratif: Pemberian sanksi administratif kepada CV. Yevalmax Calvari sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
– Pemutusan Kontrak: Pemutusan kontrak proyek rehabilitasi SD Inaoe jika ditemukan pelanggaran yang signifikan.
– Pelaporan ke Pihak Berwajib: Pelaporan kasus ini kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Momentum ini adalah kesempatan bagi Bupati Rote Ndao untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Dengan bertindak cepat, tegas, dan transparan, Bupati dapat menunjukkan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi dan peningkatan kualitas pendidikan di Rote Ndao.
Reporter: Dance Henukh





