Reporter : Dance Henukh
Sulutnews.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan dan memperkuat perekonomian daerah, saat melakukan kunjungan dan berdialog di kawasan K-SIGN, Kabupaten Rote Ndao. Dalam kesempatan tersebut, beliau menerima laporan lengkap mengenai kondisi pembangunan infrastruktur, kualitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan di daerah tersebut, termasuk kebutuhan mendesak untuk merevitalisasi puskesmas serta meningkatkan fasilitas Rumah Sakit Daerah. Wapres pun meminta agar koordinasi antara pemerintah daerah dengan kementerian terkait terus diperkuat, supaya segala kebutuhan dan harapan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti dan diselesaikan dengan baik.
Salah satu poin yang menjadi perhatian utama adalah pemenuhan kebutuhan garam nasional. Menurut penjelasan Wapres, kebutuhan garam di Indonesia mencapai sekitar 5 juta ton setiap tahun, namun hingga saat ini produksi dalam negeri belum mampu memenuhi jumlah tersebut. Oleh sebab itu, keberadaan proyek di Rote Ndao dinilai memiliki peran yang sangat strategis dan penting untuk menutup kekurangan pasokan tersebut.
“Kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya proyek di sini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri. Karena Pak Presiden punya perhatian besar untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya,” ujar Gibran.
Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, Wapres juga menekankan agar operasional kawasan ini segera difungsikan secara penuh. Tujuannya agar manfaat ekonomi bisa segera dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, mulai dari tersedianya lapangan kerja yang luas hingga peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan warga.
“Kita ingin segera bisa beroperasi dan berjalan fungsional. Kita ingin membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan yang paling penting dampak berganda dari pembangunan proyek ini bisa terasa nyata. Jadi tidak hanya tertulis di atas kertas saja,” tambahnya dengan tegas.
Selain sektor garam, Wapres juga menyoroti besarnya potensi pengembangan budidaya rumput laut dan penguatan kampung nelayan di wilayah Rote Ndao. Beliau memastikan berbagai usulan yang disampaikan pemerintah daerah, seperti penyediaan fasilitas penunjang berupa gudang pendingin (cold storage), pabrik pembuatan es, hingga SPBU khusus untuk kebutuhan nelayan, akan segera dibahas dan ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.
Sementara itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan harapannya agar seluruh proyek strategis ini benar-benar memberi dampak manfaat secara langsung bagi warga, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tambak garam dan wilayah terdampak pembangunan. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh terhadap setiap program yang digagas oleh pemerintah pusat.
“Kami ingin memastikan perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah menyediakan anggaran cukup besar, ini harus berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga rakyat di Rote Ndao, terutama masyarakat di sekitar kawasan K-SIGN, bisa benar-benar menikmati hasil dari pembangunan ini,” jelas Bupati Paulus Henuk.
Langkah-langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target nasional, tetapi juga diarahkan untuk mengangkat harkat hidup masyarakat daerah dan memastikan kedaulatan ekonomi bangsa terwujud dari pelosok negeri.






