Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bengkulu Selatan · 28 Jul 2024 17:29 WITA ·

Upaya Memaksimalkan Pembinaan Kemandirian WBP, Lapas Curup Fasilitasi Kegiatan Menjahit


Upaya Memaksimalkan Pembinaan Kemandirian WBP, Lapas Curup Fasilitasi Kegiatan Menjahit Perbesar

Rejanglebong, Sulutnews.com – Menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup tidak lantas membuat warga binaan tidak bisa berkreasi. Bahkan sebagian dari warga binaan di Lapas Kelas IIA Curup bisa mengasah kemampuan dan menghasilkan sebuah karya.

Informasi yang diterima (28/07/2024), sejumlah warga binaan pria di Lapas Kelas IIA Curup mampu menghasilkan berbagai karya desain Baju Pria dan Wanita yang dianggap stylish dan istimewa meski berada di dalam Lapas, mereka mampu menghasilkan karya seperti Baju Gaun, Safari dan desain pakaian unik lainnya.

Kalapas Kelas IIA Curup melalui Kasubsi Bimbingan Kerja & Pengelolaan Hasil Kerja, Sumpeno menjelaskan bahwa ada banyak pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Curup, Salah satunya yaitu Pembinaan Kemandirian Menjahit, Kegiatan Kemandirian ini bertujuan untuk mengaplikasikan dan mengembangkan keterampilan dan pengetahuan wbp dalam bidang menjahit, serta memberikan peluang bagi mereka untuk saling bertukar pengalaman dan ilmu yang dapat digunakan setelah menjalani masa pidana.

Adanya kegiatan kemandirian menjahit di dalam lapas memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk saling belajar dan menguasai keterampilan baru. Mereka dapat mengembangkan teknik menjahit, memahami pola-pola busana, serta mengasah kemampuan dalam mengoperasikan mesin jahit. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung dalam hal peningkatan keterampilan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan kreativitas dan rasa percaya diri mereka.

“Dengan adanya kegiatan Pembinaan Kemandirian Menjahit diharap warga binaan mampu memanfaatkannya sebagai modal usaha setelah mereka selesai menjalani masa pidana. Dengan mengembangkan kemampuan menjahit, mereka dapat membuka usaha jahit di rumah mereka sendiri atau bekerja di bidang industri tekstil dan fashion. Hal ini memberikan peluang bagi mereka untuk menghasilkan pendapatan, membangun kemandirian, dan mempersiapkan reintegrasi mereka ke dalam masyarakat,” Pungkas Sumpeno.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh dua orang warga binaan Pria, dan kegiatan kerja lapas curup membuka kemungkinan untuk warga binaan dengan pertimbangan khusus untuk ikut belajar menjahit. Sejauh ini minat warga binaan dalam kegiatan kemandirian ini cukup baik. Dengan hasil jahitan yang rapi dan model mengikuti permintaan customer, jasa jahit ini terhitung ramai pelanggan.(Dinaro)

#Kemenkumhamri
#Yasonalaoly
#KanwilkemenkumhamBengkulu
#Santosa
#LapasKelasIIACurup
#RonaldoDevinciTalesa

Artikel ini telah dibaca 1,203 kali

Baca Lainnya

Wujud Pemerintah Desa Kotabumi Kecamatan Pino Peduli Dengan Kesehatan Masyarakat

14 Juli 2026 - 12:09 WITA

Sambutan Kepala SMA Negri 5 Bengkulu Selatan Pada Penyerahan Murid Baru Oleh Orangtua Tahun Ajaran 2026

13 Juli 2026 - 11:24 WITA

Pemandian Air Lubuk Langkap Menjadi Salah Satu Objek Wisata Di Kabupaten Bengkulu Selatan 

13 Juli 2026 - 02:49 WITA

Diduga Proyek Siluman Pembangunan Pengaman Jembatan Bengkenang Dinilai Asal Jadi

12 Juli 2026 - 21:37 WITA

Wujud Kepedulian Pemerintah Desa Talang Tinggi Kecamatan Ulu Manna Terhadap Kesehatan Masyarakat

12 Juli 2026 - 13:17 WITA

Dinas Pariwisata B/S Turut Berpartisipasi Pada Gerakan Radin Inten ASRI Di Pantai Pasar Bawah 

12 Juli 2026 - 11:15 WITA

Trending di Bengkulu Selatan