Menu

Mode Gelap
Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek! Merah Putih Shooting Competition Digelar, Gubernur Optimistis Perbakin Bengkulu Raih Emas PON

Minahasa · 13 Jan 2023 12:31 WITA ·

Truk Pengangkut Batu Tanpa Pengaman, “Melenggang Bebas” di Jalan Raya Kasuang Tomohon – Tondano


(Foto.istimewa) Perbesar

(Foto.istimewa)

Minahasa,Sulutnews.com– Aktivitas pengangkutan batu untuk Pengerjaan mega proyek pembangunan Revitalisasi Danau Tondano, yang dilaksanakan oleh PT BumiKarsa selaku Kontraktor, dinilai membahayakan pengguna jalan.

Pasalnya, Keberadaan Dum truk pengangkut batu yang melintasi jalan raya Kasuang Tomohon – Tondano, dapat menimbulkan kekhawatiran para pengguna jalan karena rawan kecelakaan.

“Bahkan, truk pengangkut batu besar tanpa pengaman di pintu belakang ini, hampir setiap harinya juga terpantau lalu-lalang di jalan Boulevard Tondano, Kabupaten Minahasa.

“Ini rawan kecelakaan, tidak bisa dibayang apa yang terjadi jika batu-batu besar itu tergelincir ke badan jalan,”kata sejumlah masyarakat pengguna jalan, kepada Media ini.

Kekhawatiran serupa juga ikut disampaikan oleh sejumlah sopir mikrolet (angkutan umum) Tondano – Tomohon. “Mereka menyebutkan, seolah-olah ada pembiaran terhadap aktivitas truk pengangkut batu yang tanpa penutup dan pengaman belakang.

“Aktivitas ini, sudah menjadi hal yang biasa, dimana truk pengangkut batu tanpa pengaman ini, sepertinya memang dibiarkan, padahal dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” tutur mereka.

Sehingga Mereka berharap, Pemerintah dan Kepolisian dapat melihat situasi yang dinilai sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

Informasi yang diperoleh Sulutnews.com Batu – batu tersebut diduga diambil dari tambang galian C ilegal di Kasuang, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara untuk menunjang proyek infrastruktur di lingkar Danau Tondano.

Sampai saat ini anehnya lagi, aktivitas penambangan galian C ilegal itu masih terus berlangsung. Padahal aktivitas galian tambang itu juga diduga mengancam mata air bersih di dekat lokasi tersebut

Amatan di lapangan,  Jumat (13/1/2023), serpihan tanah dalam truk pengangkut batu itu jatuh berceceran karena tidak adanya penutup. Hal itu mengganggu pengguna jalan lain di lintasan yang dilewati truk tersebut, terutama para pengendara sepeda motor. (**/arp)

Artikel ini telah dibaca 406 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Banjir di Rote Timur Sudah Ada Sebelum Pembangunan Tambak Garam, Dampak Positif Industri Didukung Masyarakat

19 Januari 2026 - 15:49 WITA

Bantuan CSR Pemprov NTT Dorong Pembangunan Gedung Ibadah di Rote Ndao

19 Januari 2026 - 12:56 WITA

KAPOLRES ROTE NDAO AKBP MARDIONO TINDAK TEGAS, KABAG OPS TERJUN LANGSUNG CEK PENJUALAN BBM

18 Januari 2026 - 15:07 WITA

Tidak Mau Masyarakat NTT Susah Usman Husen Bersuara Nyaring Demi Ekonomi NTT lewat Anakan Kopi

16 Januari 2026 - 07:16 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Desak Pembebasan Kawasan Hutan untuk Petani NTT Dalam RDP Komisi IV DPR RI

16 Januari 2026 - 07:05 WITA

“Mengaku dirinya Tim 9 Bupati Tapi Tidak Paham” Jodian Suki Mengeluarkan Stekmen Mengadu Domba

16 Januari 2026 - 06:23 WITA

Trending di Adat Budaya
error: Content is protected !!