Tomohon, Sulutnews.com – Persiapan puncak ajang Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 memasuki tahap krusial. Walikota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, S.H., bersama Wakil Walikota Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., dan Ketua Umum TIFF 2026, Levita Supit Ginting, meninjau langsung proses akhir pembuatan 34 kendaraan hias (float) di Hanggar Show Windows, Senin (3/8).
Dalam peninjauan tersebut, Walikota Caroll Senduk menyatakan optimistis seluruh float akan rampung tepat waktu. Ia memastikan proses pembentukan struktur utama telah selesai dan saat ini hanya menyisakan tahap sentuhan akhir sebelum tampil di Tournament of Flowers pada 8 Agustus mendatang.

“Kami memantau langsung pekerjaan ini. Semua sudah berbentuk, tinggal beberapa penyelesaian akhir. Kami yakini para pekerja akan menuntaskannya dengan baik. Kami doakan bersama agar semua selesai sempurna dan tepat jadwal,” ujar Senduk di tengah keramaian hanggar.
Apresiasi khusus turut disampaikan kepada para petani bunga Tomohon yang dinilai sangat sigap menyuplai kebutuhan bunga segar. Senduk bahkan mengajak masyarakat menyaksikan langsung hamparan bunga krisan yang sedang mekar di kebun-kebun petani sebagai bentuk dukungan nyata terhadap industri lokal.
Float Besar dan Kecil, Semua Karya Anak Daerah
Koordinator Pekerja Kendaraan Hias, Indra Salam, memaparkan rincian teknis yang cukup monumental. Dari total 34 float, sebanyak 15 unit berukuran besar dan 19 unit berukuran kecil. Seluruh proses kreatif, mulai dari desain, perakitan, hingga dekorasi bunga, dikerjakan sepenuhnya oleh tenaga kerja lokal asli Tomohon.
“Kami tidak mendatangkan tenaga dari luar. Pekerja, desainer, hingga penyedia bunga, semuanya putra-putri Tomohon. Ini adalah kebanggaan bersama,” tegas Indra.

Dampak Ekonomi: 350.000 Tangkai Bunga dan 600 Pekerja
Indra menambahkan, kebutuhan bunga krisan untuk acara ini mencapai sekitar 350.000 tangkai, yang seluruhnya dipasok dari hasil budidaya petani setempat. Angka ini menjadi bukti sinergi antara pariwisata dan sektor pertanian Kota Tomohon.
Lebih dari itu, pelaksanaan TIFF 2026 telah menyerap sedikitnya 600 tenaga kerja lokal selama 10 hari masa pengerjaan. Mereka terdiri dari tukang, dekorator, perangkai bunga, pematung, hingga berbagai tenaga pendukung lain yang semuanya merupakan warga Tomohon.
“Dengan melibatkan ratusan tenaga lokal, festival ini bukan sekadar pertunjukan bunga, tetapi juga penggerak ekonomi kerakyatan,” ujar Indra.
Rangkaian defile 34 kendaraan hias ini akan menjadi magnet utama TIFF 2026 yang digadangkan sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan Sulawesi Utara. Masyarakat dan wisatawan dijadwalkan dapat menyaksikan kemegahan parade tersebut pada 8 Agustus 2026 mendatang.(*/Merson)





