Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bitung · 13 Apr 2025 01:38 WITA ·

Tiga Putra Minahasa Tak Kembali Duka Mendalam dari Yahukimo


Dandim 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen, S.T., M.I.P.,  dalam kunjungan duka, didampingi Ketua Persit KCK LXII Kodim 1310/Bitung Ny. Ratih Hanif. Perbesar

Dandim 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen, S.T., M.I.P., dalam kunjungan duka, didampingi Ketua Persit KCK LXII Kodim 1310/Bitung Ny. Ratih Hanif.

Bitung, Sulutnews.com – Duka mendalam menyelimuti Desa Kawangkoan Baru, Minahasa Utara, setelah tiga wargana, Charles Diansafar, Stenly Humena, dan Ferry Boma dinyatakan tewas dalam tragedi tambang emas ilegal di Yahukimo, Papua.

Medan yang sulit dan kondisi jenazah yang telah mengalami dekomposisi lanjut membuat proses pemulangan tak lagi memungkinkan, meninggalkan kepedihan yang mendalam bagi keluarga.

Dandim 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen, S.T., M.I.P., dalam kunjungan duka, didampingi Ketua Persit KCK LXII Kodim 1310/Bitung Ny. Ratih Hanif, harus mengungkapkan kenyataan pahit itu.

Selain menyampaikan belasungkawa,
kehadirannya juga membawa kabar getir, jenazah ketiga korban tak memungkinkan untuk dipulangkan ke Minahasa Utara.

Koordinasi intensif antara Kodim 1310/Bitung dan Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Tommy Yudistyo, terungkap bahwa kondisi geografis yang ekstrem serta kelembaban tinggi di Yahukimo telah mempercepat proses dekomposisi tubuh korban.

Secara medis, jenazah telah memasuki tahap dekomposisi lanjut (advanced decomposition) yang ditandai dengan autolisis dan pembusukan berat, sehingga pemindahan secara fisik, baik melalui jalur udara maupun darat, tak lagi memungkinkan.

“Sudah memasuki hari kelima sejak kejadian. Berdasarkan laporan medis di lapangan, jenazah mengalami kerusakan menyeluruh. Keadaan ini sangat kami sayangkan, namun kami harus sampaikan dengan jujur dan penuh empati kepada keluarga,” ujar Letkol Hanif Tupen di hadapan keluarga korban.

Situasi keamanan yang masih labil dan medan sulit di lokasi kejadian juga menjadi kendala besar dalam proses evakuasi. Letkol Hanif menegaskan bahwa pihaknya bersama jajaran TNI akan terus mendampingi keluarga dalam proses pemulihan psikologis dan administratif pasca-kejadian.

“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat, tetapi sebagai sesama manusia yang juga merasakan luka ini. Negara tidak tinggal diam. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi, termasuk melalui Danramil 1310-06/Amd yang akan memberikan penjelasan langsung kepada keluarga inti korban,” imbuh Hanif.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Minahasa Utara untuk mendoakan para korban dan memberikan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Ini bukan akhir yang kita harapkan. Tapi dalam situasi seberat ini, semoga keluarga diberi ketabahan dan kekuatan untuk menerima dengan lapang dada. Doa kami selalu menyertai,” imbuhnya.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,036 kali

Baca Lainnya

PKK Bitung Boyong Deretan Penghargaan HKG PKK Sulut 2026 

13 Juni 2026 - 18:07 WITA

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Tingkatkan Integritas dan Tinggalkan Budaya Kerja Lama

12 Juni 2026 - 20:53 WITA

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bitung, Ruri Hariri Roesman mengikuti pengarahan Direktur Jenderal Imigrasi terkait penguatan integritas dan peningkatan pelayanan publik.

ULTIMA I’M SEZ Hadirkan Kemudahan Layanan Keimigrasian di KEK Bitung dan Likupang

12 Juni 2026 - 20:01 WITA

Peringatan HKG PKK ke-54,  Ellen Honandar Sondakh Ajak Warga Aktif Berolahraga dan Periksa Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:32 WITA

Nurul Azhar Dukung Penuh Kebijakan Ruang Kerja Aman , Sebut Berdampak Langsung pada Pelayanan Publik

12 Juni 2026 - 19:08 WITA

Bunda PAUD Bitung Hadiri Tasyakuran RA Alkhairaat Girian

11 Juni 2026 - 17:13 WITA

Trending di Bitung