Rote Ndao,Sulutnews.com – Kontroversi menimbulkan ketegangan di Pulau Rote Ndao karena Antrian Panjang yang membuat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), yang kini memicu pertarungan antara mahasiswa dan polisi setempat. Kekhawatiran yang mendalam muncul di tengah masyarakat karena sulitnya mendapatkan solar dan pertalite di sejumlah pengecer dan SPBU.
Dipimpin oleh tokoh mahasiswa Yunor Lafu, mahasiswa Hukum dari Universitas Star Rote (Unstar) menyoroti masalah ini sebagai bentuk ketidaksetaraan akses terhadap sumber daya dasar. Mereka menegaskan bahwa Antrian Panjang mengakibatkan kelangkaan BBM bukan hanya masalah praktis, tetapi juga hak asasi manusia yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah Pj Bupati Rote Ndao dan pemerintahan pusat
Mahasiswa Unstar mempertanyakan praktik-praktik tidak jujur atau korupsi dalam distribusi BBM di tingkat lokal, sementara warga menekankan perlunya solusi konkret dari para kandidat pemimpin baru di Rote Ndao. Dalam konteks ini, pernyataan AKBP Mardiono dari Polres Rote tentang upaya kepolisian dalam memastikan distribusi BBM berjalan lancar dianggap sebagai respons.
Namun, tanggapan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran masyarakat. PJ Bupati Oder Maks Sombu menyatakan menerima laporan bahwa BBM aman, melalui pesan WhatsApp yang kontaknya dihubungi oleh media Jumat 10 Mei 2024.
Situasi BBM semakin rumit dengan pertarungan informasi antara mahasiswa, kepolisian, dan pemerintah daerah. Masyarakat Rote Ndao tetap menuntut solusi yang konkret dan efektif untuk mengatasi kelangkaan BBM serta memastikan ketersediaan bahan bakar yang memadai untuk kebutuhan sehari-hari.
Reporter : Dance henukh





