Menu

Mode Gelap
Walikota Tomohon Caroll Senduk Didampingi Sekot Edwin Roring Hadiri Dialog Publik “Masyarakat Bertanya Walikota Menjawab” Pelestarian Laut Dukung Peningkatan Pariwisata, Suzuki Indonesia Adakan Bersih-Bersih Pantai Bunaken Dengan Ratusan Pelajar Wagub Steven Kandouw Lantik Wounde Sebagai Penjabat Bupati Sangihe Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang Kecamatan Tatoareng Kepulauan Sangihe Terancam Jatuh Miskin

Sulut · 11 Jun 2024 12:10 WIB ·

Teddy Pontoh : Pertamina vs BBM Langkah Sama Dengan Mencari Keuntungan Yang Korbankan Rakyat


 Teddy Pontoh : Pertamina vs BBM Langkah Sama Dengan Mencari Keuntungan Yang Korbankan Rakyat Perbesar

MANADO,Sulutnews.com – Kelangkaan BBM yang sering terjadi di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara sehingga menyebabkan antrian kendaraan adalah bukti jika pihak Pertamina sebagai pelaksana suplai BBM hanya sebatas menyalurkan, tanpa mau ambil pusing atas dampak yang ditimbulkan ditengah masyarakat. Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Sulut Teddy Pontoh saat gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersana Pertamina, Biro Perekonomian Provinsi Sulut dan Polda Sulut, Senin (10/7/2024) siang di kantor DPRD Sulut.

“Sebagai perusahaan milik pemerintah harusnya Pertamina tidak hanya mencari keuntungan dari kegiatan mensuplai BBM, tetapi juga bertanggungjawab bagaimana menjadikan BBM tidak menjadi sumber masalah yang berdampak multiplayer efek ditengah masyarajat,” kata Pontoh.

Politisi PAN Ini juga mengatakan jika suplai BBM di Sulut sudah sesuai dengan kebutuhan sebagaimana laporan kepada DPR, yang menjadi pertanyaan kenapa justru masih terjadi antrian.” Ini pasti ada permainan dari para mafia BBM yang sengaja menimbun dan menjual kembali BBM kepihak yang tidak berhak,” tegas Pontoh.

Bahkan politisi yang juga pensiunan Anggota Polri ini menduga akibat permainan mafia BBM yang sengaja dibiarkan oleh Pertamina, sehingga mengakibatkan kelangkaan, yang menyebabkan pelaku di sektir Jasa, sejtir Pertanian, Perkebunan, Kelautan, yang harusnya mendapatkan jatah menjadi terdampak dan mempengaruhi hasil produksi.” Pertamina harusnya turut serta memikirkan bagaimana mengatasi persoalan kelangkaan BBM, agar gaji tinggi yang diberikan pemerintah tidak mubasir,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui dalam RDP tersebut Ketua Komisi II DPRD Sulut Sandrs Rondonuwu, dan Anggota James Tuuk juga memberikan argumen keras atas kinerja pertamina yang dinilai buruk.” Sangat disayangkan perusahaan sebesar Pertamina justru diisi oleh pegawai yang tidak mampu memberikan solusi atas kelangkaan BBM yang menjadikan rakyat menderita,” tegas Tuuk sambil berharap ada kebijakan memantau langsung aktifitas SPBU yang terindikasi melakukan aktifitas menyimpang terkait penjualan BBM.(josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,381 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berbasis Teknologi Digital, Seleksi Kopetensi KPID Sulut Resmi Digelar

20 June 2024 - 19:44 WIB

PN Vonis Bersalah Caleg Jadi Partai Gerindra di Kasus Money Politik Pemilu 2024, Ini Tanggapan KPU Sulut

20 June 2024 - 15:50 WIB

Hadapi Pilkada Serentak 2024, Dr. Ardiles Mewoh Ingatkan KPU Soal Rekrutmen Pantarli

20 June 2024 - 06:16 WIB

Petahana Yang Maju Ulang Hanya Cuti, Aleg Terpilih Wajib Mundur

19 June 2024 - 11:31 WIB

Diduga lahan Bukit Sasayaban sudah memiliki Sertifikat Hak Milik Ahli Waris, Bakal Digugat.

18 June 2024 - 16:08 WIB

Penyerahan Hadiah Lomba HAPSA PK/B Sinode GMIM, Berikut Daftar Para Juara

17 June 2024 - 14:27 WIB

Trending di Sulut