Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Rote Ndao · 16 Apr 2026 16:48 WITA ·

Stok Aman, Serapan Jadi Tantangan: Pemda Rote Ndao Dorong Petani Maksimalkan Penebusan Pupuk Bersubsidi


Stok Aman, Serapan Jadi Tantangan: Pemda Rote Ndao Dorong Petani Maksimalkan Penebusan Pupuk Bersubsidi Perbesar

Reporter : Dance Henukh

ROTE NDAO – Ketersediaan sarana produksi pertanian, khususnya pupuk bersubsidi, menjadi fokus utama perhatian Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, digelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi. Kegiatan ini tidak hanya membahas aspek administrasi, tetapi juga dirangkaikan dengan pemantauan langsung kondisi stok di gudang untuk memastikan data sesuai dengan realitas di lapangan.

Rapat yang dipimpin oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana Pertanian, Jodian A. Suki, S.Sos, ini dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari perwakilan Pupuk Indonesia wilayah Rote Ndao, para pengecer resmi, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga para penyuluh di lapangan, berkumpul untuk mencari solusi bersama demi kelancaran distribusi.

Ketersediaan Stok Terjamin Aman

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, kondisi ketersediaan pupuk di daerah ini dinilai cukup aman dan memadai. Hingga saat ini, realisasi penyaluran telah mencapai 1.320,5 ton untuk pupuk Urea dan 1.176,85 ton untuk pupuk NPK.

Sementara itu, di Gudang Tunganamo masih tersedia stok sebesar 527,55 ton Urea dan 256,5 ton NPK. Angka ini belum termasuk pasokan tambahan yang saat ini sedang dalam proses pengangkutan atau alih stok dari Kupang menuju Rote Ndao sebanyak 418 ton. Hasil pantauan langsung memastikan bahwa pupuk-pupuk tersebut dalam kondisi baik dan siap didistribusikan kepada petani.

Tantangan pada Tingkat Serapan Petani

Meskipun tumpukan pupuk di gudang terlihat melimpah, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini justru terletak pada rendahnya tingkat serapan atau penebusan di tingkat petani. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong agar petani segera memanfaatkan kuota yang tersedia sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Dalam arahannya, Jodian A. Suki menegaskan bahwa keterlambatan atau ketidakaktifan dalam menebus pupuk dapat berdampak serius. “Jika penebusan tidak dimaksimalkan, maka akan berdampak pada alokasi pupuk tahun berikutnya yang berpotensi berkurang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar target penebusan dapat tercapai paling lambat akhir Oktober, guna menghindari penumpukan di akhir tahun. Lebih jauh, Jodian menambahkan bahwa sistem aplikasi Simluhtan bekerja secara otomatis. Petani yang tidak melakukan penebusan secara berturut-turut, risikonya nama mereka akan terhapus atau keluar dari daftar penerima manfaat dalam sistem.

Kemudahan Prosedur dan Sinergi

Untuk mempermudah proses, perwakilan Pupuk Indonesia wilayah Rote Ndao, Melki Benu, menyampaikan bahwa mekanisme penebusan tidak harus selalu dilakukan secara berkelompok. Petani juga dapat melakukannya secara perseorangan asalkan kelengkapan administrasi terpenuhi. Sebagai kemudahan tambahan, surat kuasa dapat ditandatangani oleh Kepala Desa atau Koordinator PPL Kecamatan setempat.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh, Tony Nggadas, S.Pt, menekankan pentingnya sinergi antar pihak. Menurutnya, kelancaran penyaluran sangat bergantung pada kerja sama yang baik antara pengecer, penyuluh, dan kelompok tani.

Rapat koordinasi ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk memastikan bahwa pupuk bersubsidi tidak hanya tersedia, tetapi juga benar-benar digunakan. Upaya ini dilakukan demi menjaga produktivitas lahan, kesejahteraan petani, serta keberlanjutan alokasi subsidi di masa depan.

Artikel ini telah dibaca 901 kali

Baca Lainnya

Rote Ndao Fokus ke Serapan Pupuk Bersubsidi, Bukan Stok

16 April 2026 - 16:35 WITA

SMA Negeri 1 Lobalain: Kebanggaan Pendidikan di Nusaklain-Ba’a

16 April 2026 - 09:48 WITA

Festival Literasi Kabupaten Rote Ndao 2026: Menggiatkan Budaya Membaca

16 April 2026 - 09:24 WITA

Dialog Bupati dan Wakil Bupati Bersama Stakeholder Pembangunan Daerah

15 April 2026 - 16:49 WITA

DPRD Kabupaten Rote Ndao Tetapkan 13 Ranperda dalam Propemperda Tahun 2026

14 April 2026 - 21:15 WITA

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Trending di Internasional