Manado, Sulutnews.com — Sejumlah satuan pendidikan penerima program Revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Kota Manado berkomitmen untuk menjangkau dan mengajak kembali anak-anak usia sekolah yang belum bersekolah atau telah putus, segera setelah pekerjaan pemugaran fasilitas selesai dilaksanakan.
Komitmen ini disampaikan langsung oleh kepala sekolah yang menerima bantuan, menyusul pelaksanaan revitalisasi yang mencakup perbaikan ruang belajar, sanitasi, sarana bermain, hingga tata kelola lingkungan sekolah.

Foto – Kepsek TK Sejahtra di Rike Marie Lumempouw
TK Negeri 18 Tumumpa: Siap Tampung Lebih Banyak Siswa
Kepala TK Negeri 18 Tumumpa, Kecamatan Tuminting, Sonya Rumondor, S.Pd., menyampaikan hal tersebut kepada wartawan, Jumat (2/10/2026).
“Saya berkomitmen untuk menjemput anak-anak usia sekolah yang belum masuk ke TK untuk bersekolah di sini,” ujarnya.
Sekolah yang dipimpinnya menerima bantuan program revitalisasi senilai lebih dari Rp 953 juta. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan sejumlah ruang kelas, toilet, ruang bermain, taman, ruang administrasi, serta pembenahan sarana lainnya.
Saat ini jumlah siswa di TK Negeri 18 Tumumpa tercatat sebanyak 17 anak, turun dari 27 anak pada periode sebelumnya. Penurunan ini antara lain disebabkan keterbatasan tenaga pendidik, di mana saat ini hanya tersisa dua orang guru.
Namun Sonya optimis setelah seluruh pekerjaan selesai, jumlah siswa akan kembali meningkat. “Kami akan menyosialisasikan dan menjemput langsung anak-anak di lingkungan sekitar untuk masuk ke sini. Saya yakin jumlah siswa baru akan bertambah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa perbaikan ruang belajar, kebersihan toilet, serta ketersediaan ruang dan taman bermain yang layak menjadi daya tarik utama bagi orang tua untuk mempercayakan pendidikan anaknya. “Ke depannya TK Negeri 18 Tumumpa akan jauh lebih baik dari sekarang,” ucap guru yang juga berstatus sebagai tenaga P3K Penuh Waktu ini.

Foto – Kepsek SMP Kristen Tikala Ares Manado Nova Ratunuman S.Pd
TK Sejahtera Rike: Sosialisasi untuk Tambah Siswa
Kondisi serupa dialami TK Sejahtera di Rike. Jumlah siswa yang sebelumnya di atas 25 anak kini tinggal 17 anak. Kepala Sekolah Merie Lumempouw menyatakan bahwa setelah program revitalisasi selesai, pihaknya akan melaksanakan sosialisasi serta menjemput langsung anak-anak usia dini di sekitar lingkungan sekolah agar bersekolah.
SMP Kristen Tikala Ares dan Zaitun: Optimis Bertambah
Kepala SMP Kristen Tikala Ares, Nova Ratunuman, S.Pd., menyampaikan bahwa saat ini jumlah siswa di sekolahnya relatif sedikit, yaitu sekitar 50 anak. Namun dengan adanya perbaikan ruang kelas dan toilet yang sedang berlangsung, ia yakin minat masyarakat akan meningkat.

Foto – Kepsek SMP Kristen Zaitun Karombasan Silvana Dondo S.Pd
“Kami tidak akan hanya menunggu, melainkan akan turun ke masyarakat melakukan sosialisasi sekaligus menjemput anak-anak untuk bersekolah. Meski di wilayah ini juga terdapat SMP Negeri, kami tetap optimis jumlah siswa baru akan bertambah,” ujar Nova.
Hal senada disampaikan Kepala SMP Kristen Zaitun, Karombasan, Silvana Dondo, S.Pd. Sekolahnya juga mengalami penurunan jumlah siswa akibat keberadaan sekolah negeri di sekitarnya. Namun setelah revitalisasi rampung, pihaknya akan kembali menyosialisasikan dan menjemput calon siswa baru agar mau bergabung.(Fanny)






