Manado, Sulutnews.com — Memasuki dua tahun pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 20 Oktober 2026, banyak program nyata telah terealisasi di Sulawesi Utara (Sulut), terutama di sektor pendidikan melalui sejumlah kementerian dalam Kabinet Merah Putih. Hal ini juga terwujud berkat koordinasi, kolaborasi, serta dukungan Pemerintah Daerah Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus, S.E.
“Ya, kita memberikan apresiasi atas perhatian pemerintahan pusat yang dipimpin Presiden Prabowo. Baru dua tahun, tetapi sudah banyak program yang masuk dan terealisasi di Sulut, terutama sektor pendidikan melalui beberapa kementerian terkait,” kata Louis Schramm, S.H., M.H., Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra dan Pendidikan DPRD Sulut, kepada wartawan Sulutnews.com melalui telepon, Jumat (23/10/2026) di Manado.
Menurut Louis, program dari Presiden tersebut akan berlanjut hingga tahun-tahun mendatang. Saat ini, terdapat program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berupa Revitalisasi Satuan Pendidikan mulai dari jenjang TK, PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB. Program ini merupakan program nyata yang telah berjalan sejak tahun 2025, dengan ratusan sekolah direvitalisasi.

Foto – Masyaria Kepsek SD Negeri 32 Merangkap Kepsek SD Negeri 61 Manado
“Program ini berlanjut tahun ini. Ada 770 satuan pendidikan berdasarkan data dari BPMP dan Dinas Pendidikan Sulut, kalau tidak keliru,” ujarnya. Selain itu, terdapat dua Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), yakni SNT 04 di Minahasa Utara dan SNT 13 di Tambun, Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), serta bantuan papan panel untuk belajar melalui aplikasi digital berbasis internet. “Ini cukup membantu sekali sektor pendidikan di Sulut,” kata Louis.
Untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), lanjut Louis, juga cukup membantu siswa-siswi sekolah, ibu hamil, serta anak balita. Begitu pula dengan Sekolah Rakyat di Tampusu, Tondano, dan di Kota Manado yang dibangun oleh Kementerian Sosial. Sekolah rakyat ini ditujukan untuk membantu warga kurang mampu yang ingin bersekolah dengan sistem asrama dan gratis. “Ini sudah terealisasi semua dan berjalan baik,” kata Louis. Ia pun bangga karena Sulut mendapatkan dua dari 17 SNT yang dibangun saat ini.
SMA Taruna Nusantara di Langowan
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut itu menambahkan, Kementerian Pertahanan juga membangun SMA Taruna Nusantara di Langowan, Kabupaten Minahasa, yang cukup megah. Sulut merupakan satu dari enam provinsi yang mendapatkan SMA Taruna Nusantara. “Ini luar biasa perhatian pemerintah pusat,” kata Louis. Menurutnya, SMA Taruna Nusantara dapat menghasilkan lulusan berkualitas yang siap bersaing di masa depan.
Sementara itu, dari Kemendiktisaintek, tahun ini telah dibuka dan diizinkan beroperasinya tiga Fakultas Kedokteran, yaitu di Universitas Negeri Manado (Unima), Universitas Katolik De La Salle, dan Universitas Klabat (Unklab). “Ini luar biasa, terealisasi tahun ini tiga Fakultas Kedokteran. Semua ini untuk membantu masyarakat Sulut, terutama yang akan kuliah di Fakultas Kedokteran yang selama ini terbatas. Jadi ini solusi terbaik,” kata Louis.
Menurut Louis, yang juga berprofesi sebagai pengacara, dengan adanya program dari beberapa kementerian terkait di sektor pendidikan, kualitas sumber daya manusia di Sulut ke depan akan lebih baik, terutama menuju Indonesia Emas 2045.

Foto – Kompleks SMA Taruna Nusantara di Langowan Minahasa
Kepala Sekolah Berterima Kasih
Sejumlah kepala sekolah yang mendapat program revitalisasi sekolah kepada wartawan Sulutnews.com menyatakan bangga dan berterima kasih kepada Presiden Prabowo melalui Kemendikdasmen atas bantuan revitalisasi untuk menunjang proses belajar mengajar.
“Kami berterima kasih dan senang serta bangga atas bantuan revitalisasi,” kata Ibu Masyaria, Kepala SD Negeri 32 Manado yang juga merangkap Kepala SD Negeri 61 Manado, kepada wartawan, Jumat (23/10/2026). Menurutnya, dua sekolah yang ia pimpin mendapat revitalisasi, yakni SD Negeri 32 sebesar Rp1,1 miliar dan SD Negeri 61 sebesar Rp1,8 miliar.
Hal serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 4 Minahasa Selatan, Stela Tampi, S.Pd., yang ditemui pekan lalu. Menurutnya, program revitalisasi sangat membantu. “Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas bantuannya lebih dari Rp411 juta,” ujarnya.
Kepala SMA di Tengah, Minahasa Selatan, Tenny Lelah, S.Pd., yang mendapat revitalisasi Rp900 juta juga menyampaikan hal serupa. “Kami berterima kasih atas program revitalisasi di sekolah kami dari Presiden Prabowo melalui Kemendikdasmen,” kata Lelah.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri di Desa Kapitu, Minsel, Kartini Lumi, S.Pd., juga bangga dan berterima kasih kepada pemerintah pusat atas bantuan revitalisasi sebesar Rp1,3 miliar tahun ini. (Fanny)






