Reporter: Dance Henukh
ROTE NDAO, SULUTNEWS.COM — Inilah lelucon paling mahal di Rote Ndao! Sebuah Satgas yang dibentuk untuk menyelamatkan masyarakat dari kelangkaan BBM, ternyata hanya jadi tempat “gantung nama”. Anggaran habis, tapi yang duduk di dalamnya bahkan tak tahu apa fungsi mereka!
NAMA DI SK, OTAK TAK TAHU TUGASNYA!
Sumber terpercaya mengonfirmasi: banyak nama yang tercantum di dalam SK Satgas BBM itu hanya “pikul nama”. Mereka tidak mengerti tugas pokok, tidak punya program kerja, dan sepanjang masa bakti belum pernah menghasilkan satu laporan pun. Tapi yang pasti anggaran operasionalnya tetap cair dan tetap dihabiskan setiap bulan!
“Mereka cuma nama di kertas. Ditanya fungsi, geleng kepala. Ditanya hasil kerja, diam seribu bahasa. Tapi tanda terima uang operasionalnya selalu lengkap.” Sumber terpercaya.
UANG RAKYAT DIBAYAR UNTUK APA?
Ini pertanyaan yang tidak boleh dihindari:
Berapa juta rupiah yang sudah terpakai untuk “Satgas Nama” ini sejak SK diterbitkan?
-Siapa yang menyusun daftar nama ini? Apakah memang berdasarkan kompetensi, atau sekadar bagi-bagi kursi?
Kalau mereka tak tahu fungsi mereka, lalu siapa yang sebenarnya menjalankan wewenang — dan siapa yang diuntungkan di balik layar?
Satgas dibentuk untuk bekerja, bukan untuk menampung nama-nama yang tidak tahu apa-apa. Jika anggaran rakyat habis tanpa hasil, itu bukan sekadar tidak bekerja — itu pemborosan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan!
TINDAKAN TEGAS HARUS ADA SEKARANG!
Bupati Rote Ndao harus segera menjelaskan: Mengapa mengisi sebuah tim strategis dengan orang yang tidak memahami tugasnya? Dan yang lebih penting — siapa yang menyarankan nama-nama tersebut masuk ke dalam SK?
Jangan biarkan lembaga penting ini hanya jadi papan nama kosong. Uang rakyat terlalu berharga untuk dihamburkan ke kantong mereka yang hanya datang untuk “pikul nama” tanpa kerja nyata.Nama di kertas tidak menyelesaikan masalah BBM. Kerja nyata yang dibutuhkan rakyat. Segera perbaiki atau bubarkan!






