Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Sangihe · 26 Nov 2025 23:56 WITA ·

Sangihe Gelar Pelatihan BST II, Bupati Dorong Peningkatan Kompetensi Keselamatan Nelayan


Sangihe Gelar Pelatihan BST II, Bupati Dorong Peningkatan Kompetensi Keselamatan Nelayan Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Upaya meningkatkan keselamatan kerja para nelayan kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Hal ini terlihat dari penyelenggaraan Pelatihan Basic Safety Training Fisheries Class II (BST II) yang resmi dibuka Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, pada Kamis (26/11/2025) di Roof Top Hotel Hayana Tahuna.

Program pelatihan tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Perikanan Daerah Sangihe dan Balai Pelatihan serta Penyuluhan Perikanan (BP3) Bitung. Tujuannya adalah memperkuat kemampuan nelayan dalam menghadapi berbagai potensi bahaya saat bekerja di laut, sekaligus mencegah kecelakaan maupun penyakit akibat aktivitas perikanan.

Beragam materi diberikan selama kegiatan berlangsung, mulai dari cara mengenali sumber bahaya, penggunaan alat pelindung diri, manajemen risiko, langkah menghadapi situasi darurat, hingga penjelasan mengenai peraturan K3 yang berlaku. Pemerintah berharap pelatihan tersebut mampu membentuk budaya kerja yang lebih aman, sehat, dan profesional di kalangan nelayan Sangihe.

Dalam sambutannya, Bupati Thungari menyampaikan apresiasi kepada semua instansi yang berperan dalam terlaksananya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa pekerjaan nelayan memiliki tingkat risiko yang tinggi, sehingga penguasaan pengetahuan keselamatan menjadi sangat penting.

“Pemahaman tentang keselamatan kerja, kemampuan menghadapi kondisi darurat, penggunaan alat keselamatan, sampai teknik bertahan hidup merupakan keahlian dasar yang harus dimiliki nelayan,” ujar Thungari.

Bupati juga menguraikan pentingnya pembangunan sektor perikanan yang dirancang melalui perencanaan matang dan mengacu pada grand design pengembangan perikanan daerah. Dokumen ini nantinya menjadi dasar dalam mengakses pendanaan di luar transfer pemerintah pusat, baik melalui hibah, insentif fiskal, maupun kerja sama dengan dunia usaha dan calon investor.

Menurut Thungari, penyelenggaraan BST II tidak hanya memperkuat koordinasi antar instansi, tetapi juga mempertegas posisi sektor perikanan sebagai sektor strategis yang menopang ekonomi masyarakat Sangihe.

Ia pun berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan penuh keseriusan. “Sertifikasi BST bukan hanya kebutuhan administratif, tetapi merupakan bekal utama untuk memastikan keselamatan dan profesionalitas ketika berada di laut,” tutupnya. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 1,011 kali

Baca Lainnya

Kawio Jadi Fokus Penanganan Pascagempa, Pemkab Sangihe Pastikan Bantuan Tersalurkan

11 Juni 2026 - 21:54 WITA

BMKG Verifikasi Data Tsunami di Talengen

10 Juni 2026 - 22:34 WITA

Siswahto Ajak Petugas Sensus Ekonomi 2026 Bekerja Penuh Tanggung Jawab

10 Juni 2026 - 19:24 WITA

Gubernur Disorot Usai Gempa Sangihe, Tokoh Masyarakat Pertanyakan Empatinya

10 Juni 2026 - 13:54 WITA

BNPB Rilis Dampak Gempa M 7,7 di Sangihe, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

10 Juni 2026 - 10:03 WITA

BPS Sangihe Latih 155 Petugas Sensus Ekonomi 2026

9 Juni 2026 - 16:55 WITA

Trending di Sangihe