Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Adat Budaya · 14 Jun 2025 23:31 WITA ·

Sanggar Kamang Wangko Woloan Jadi Rumah Bagi Seniman Muda di Kota Tomohon


Sanggar Kamang Wangko Woloan Jadi Rumah Bagi Seniman Muda di Kota Tomohon Perbesar

Tomohon, Sulutnews.com — Sanggar Kamang Wangko, sebuah komunitas budaya yang berdomisili di Woloan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara terus menunjukkan komitmen kuat dalam pelestarian warisan budaya Minahasa. Dipimpin oleh Armando Loho, sanggar ini secara aktif mendokumentasikan dan menghidupkan kembali tradisi lisan Minahasa yang semakin terpinggirkan oleh arus modernisasi.

Beberapa bentuk sastra lisan yang saat ini menjadi fokus utama dokumentasi adalah Sastra Maengket dan Sastra Mahzani, dua warisan budaya Minahasa yang sarat nilai filosofis, historis, dan sosial. Dokumentasi dilakukan melalui rekaman audio-visual, transkripsi teks, serta pertunjukan langsung yang melibatkan generasi muda dan tetua adat.

Selain tradisi lisan, Sanggar Kamang Wangko juga aktif mengembangkan cerita-cerita tradisi dalam bahasa Tombulu, yang merupakan salah satu bahasa daerah di Tanah Minahasa. Pengembangan ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya revitalisasi bahasa daerah, tetapi juga bentuk nyata pelestarian bahasa sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang penting dalam memperkuat identitas lokal.

Lebih dari itu, aktivitas sanggar juga mencakup pelestarian pengetahuan tradisional, seperti pemahaman tentang sistem kekerabatan, filosofi rumah adat Minahasa (walewangko), serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan melalui tuturan lisan. Sanggar turut melibatkan komunitas dalam berbagai pelatihan, diskusi budaya, serta pendokumentasian dalam bentuk buku dan media digital.

Kegiatan-kegiatan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, di mana pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan terhadap Objek Pemajuan Kebudayaan menjadi pilar penting pembangunan kebudayaan nasional. Sanggar Kamang Wangko menjadi contoh konkret dari upaya pelestarian yang berbasis komunitas dan partisipatif.

Menurut Armando Loho, Ketua Sanggar Kamang Wangko, pelestarian OPK merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan identitas suku Minahasa. “Kami percaya bahwa dengan menjaga tradisi, kami tidak hanya merawat masa lalu, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan kebudayaan kita,” ujarnya.

Sanggar Kamang Wangko terbuka untuk kolaborasi dengan akademisi, pegiat budaya, dan komunitas lainnya, guna memperluas dampak dari gerakan pelestarian budaya ini. Ke depan, mereka juga berencana menerbitkan dokumentasi cerita rakyat Tombulu dalam bentuk buku digital dan podcast berbahasa daerah, serta menginisiasi ruang belajar budaya berbasis komunitas.(*/Lowell)

Artikel ini telah dibaca 1,026 kali

Baca Lainnya

Tim MGN-LPPD Kota Tomohon Sukses Membawakan Pujian dalam Lomba Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Papua Barat

27 Juni 2026 - 22:00 WITA

Walikota Tomohon dan Wakil Walikota Hadiri Penilaian Wawancara dan Verifikasi Apresiasi Rumah DataKu Tahun 2026

25 Juni 2026 - 21:35 WITA

Kontingen LPPD Kota Tomohon Tiba di Manokwari dan Siap Mengikuti Pesparawi Nasional Ke XIV Tahun 2026

24 Juni 2026 - 22:26 WITA

Walikota Caroll Senduk Buka Kegiatan FGD Kelitbangan dan Launching Aplikasi Tomohon Andal

23 Juni 2026 - 23:36 WITA

Walikota Caroll Senduk Hadiri Sekaligus Melantik Pengurus LPPD Kota Tomohon Periode 2026–2030

21 Juni 2026 - 23:36 WITA

Lily Solang Mewakili Walikota Hadiri Ibadah Penghiburan atas Meninggalnya Ibu Deiby Kaparang Istri Kepala Dinas Pangan Kota Tomohon Drs. Novy Kainde

19 Juni 2026 - 23:25 WITA

Trending di Tomohon