Reporter: Dance Henukh
Sulutnews.com . ROTE NDAO — Tongkat kepemimpinan di Polsek Rote Selatan resmi berganti. Ipda Thomas F.S. Kiakh, S.H. dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolsek Rote Selatan, membawa tantangan baru untuk memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Usai pelantikan, Ipda Thomas menegaskan bahwa pembenahan internal menjadi salah satu langkah awal yang akan menjadi perhatiannya. Salah satu yang secara khusus ia soroti adalah kedisiplinan personel.
Bagi Thomas, disiplin bukan sekadar persoalan kehadiran atau kepatuhan terhadap aturan, tetapi merupakan fondasi utama dalam menjalankan seluruh fungsi kepolisian.
“Hal pertama yang menjadi perhatian saya dan sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari fungsi, yaitu disiplin. Disiplin anggota itu pasti akan saya atensi dahulu. Kalau sudah disiplin, maka pelaksanaan tugas pasti berjalan dengan lancar,” tegasnya.
17 Tahun Mengabdi, Jabatan Kapolsek Jadi Amanah Pertama
Ipda Thomas mengatakan, jabatan Kapolsek merupakan pengalaman kepemimpinan baru baginya setelah hampir 17 tahun mengabdikan diri di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Ia menyadari bahwa tanggung jawab sebagai pimpinan di tingkat Polsek tidak ringan. Karena itu, dirinya menekankan pentingnya koordinasi serta meminta arahan dari pimpinan dalam menjalankan tugas.
“Meskipun saya sudah hampir 17 tahun di kepolisian, jabatan Kapolsek ini merupakan hal pertama bagi saya. Sehingga ketika ditanya apa yang akan saya lakukan, tentu saya akan selalu meminta bimbingan dan arahan dari Bapak Kapolres dalam melaksanakan tugas memimpin organisasi di tingkat Polsek,” ujar Thomas.
Pernyataan tersebut menunjukkan sikapnya untuk menjalankan tugas secara berjenjang dan tetap berada dalam koridor kebijakan pimpinan Polri.
Disiplin Internal Jadi Titik Awal
Penekanan terhadap disiplin menjadi pesan utama yang disampaikan Kapolsek Rote Selatan yang baru tersebut.
Menurut Thomas, ketika personel memiliki disiplin yang kuat, pelaksanaan tugas di lapangan akan lebih mudah dikendalikan. Sebaliknya, lemahnya disiplin internal berpotensi memengaruhi kualitas pelaksanaan tugas kepolisian.
Karena itu, ia memastikan persoalan disiplin anggota akan menjadi perhatian sejak awal kepemimpinannya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi ujian pertama bagi Thomas dalam memimpin jajaran Polsek Rote Selatan. Publik tentu menanti bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama dalam memberikan pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta merespons berbagai persoalan yang muncul di wilayah hukum Polsek Rote Selatan.
Dengan pengalaman hampir 17 tahun di institusi Polri, Thomas kini dihadapkan pada tanggung jawab baru sebagai pimpinan satuan kewilayahan.Pesannya jelas: disiplin dibenahi lebih dahulu, kemudian tugas kepolisian harus berjalan maksimal.
(DH)




