Manado, Sulutnews.com — Guru Besar Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof. Stefanus Sampe, Ph.D., menyampaikan keyakinannya bahwa Prof. Dr. dr. Grace Kandou, M.Kes. Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), mampu memimpin Unsrat menjadi perguruan tinggi unggul, menghasilkan riset berdampak nyata, serta berdaya saing nasional maupun global.
Pernyataan itu disampaikan pada Sosialisasi Tahapan Pemilihan Rektor Unsrat Periode 2026–2030 di Manado, Selasa (27/10/2026).
Visi & Kapasitas Memadai
Prof. Sampe menyampaikan bahwa Prof. Grace Kandou memiliki modal akademik, pengalaman kepemimpinan, serta kemampuan mumpuni untuk mengembangkan Unsrat melalui penguatan kualitas akademik, penelitian, inovasi, dan tata kelola universitas.
“Unsrat membutuhkan pemimpin baru yang memiliki visi kuat untuk meningkatkan mutu akademik, menghasilkan riset berdampak nyata, dan memperkuat daya saing. Semua itu dimiliki Prof. Grace Kandou,” tegasnya.
Pengalaman menjabat sebagai Dekan FKM Unsrat periode 2015–2019 menjadi bukti rekam jejak kepemimpinannya di lingkungan akademik.
Riset Lintas Disiplin, Kunci Kemajuan
Prof. Sampe menekankan bahwa pemilihan rektor ini adalah momen penting untuk menentukan arah pengembangan Unsrat ke depan. Visi menjadikan Unsrat perguruan tinggi unggul harus diwujudkan dalam program yang konkret, kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan.
“Unsrat memiliki potensi besar dalam riset lintas disiplin yang relevan dengan kebutuhan daerah dan tantangan global — bidang pertanian, kelautan, kesehatan, lingkungan, hingga pengelolaan Sumber Daya Alam. Semua ini harus ditopang kolaborasi, peningkatan kapasitas peneliti, serta kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya.
Hasil penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi, melainkan melahirkan inovasi, teknologi tepat guna, rekomendasi kebijakan, dan solusi nyata bagi masyarakat.
Tantangan Masa Depan Butuh Kerja Bersama
“Tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak cukup dijawab dengan rutinitas semata. Universitas harus meningkatkan kualitas lulusan, memperkuat budaya riset, memperluas inovasi, serta memperbesar kontribusi bagi masyarakat,” jelas Prof. Stefanus.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan bersatu mewujudkan Unsrat yang unggul. Rekam jejak, gagasan, dan realisasi program menjadi tolok ukur utama sejauh mana visi yang ditawarkan dapat dijalankan secara konsisten.
(Fanny)






