Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Sangihe · 27 Jun 2026 21:23 WITA ·

Prof Frans Gruber Ijong : Dari Tahuna Menuju Panggung Akademik Dunia


Foto : Prof. Dr. Ir. Frans Gruber Ijong, MSc Perbesar

Foto : Prof. Dr. Ir. Frans Gruber Ijong, MSc

Tahuna, Sulutnews.com – Perjalanan hidup Prof. Dr. Ir. Frans Gruber Ijong, MSc merupakan kisah tentang tekad, ilmu pengetahuan, dan dedikasi tanpa henti bagi dunia pendidikan, penelitian, serta pembangunan masyarakat kepulauan.

Lahir di Manado pada 27 Desember 1961 dan besar di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, ia menempuh pendidikan dasar hingga SMA di kota tersebut sebelum melanjutkan studi di Fakultas Perikanan Universitas Sam Ratulangi Manado.

Semangat belajarnya kemudian membawanya meraih gelar Magister (MSc) dan Doktor (PhD) di Hiroshima University, Jepang, dengan fokus pada mikrobiologi pangan dan biokimia hasil perikanan.

Sekembalinya ke Indonesia, Frans Gruber Ijong mengabdikan diri sebagai akademisi dan peneliti, yang dimulai di Unsrat Manado 1987 -2022 kariernya terus berkembang hingga dipercaya menjadi Guru Besar tahun 2007 dan dipercaya menduduki jabatan sebagai wakil dekan bidang akademik FPIK Unsrat tahun 2010 – 2014, disamping mengabdi di Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar), Tahuna dan sempat dipercayakan Mendiknas sebagai Direktur Polnustar 2014 sd 2022 selama 2 periode dan terhitung 1 November 2022 melalui SK Menteri ditetapkan sebagai dosen tetap Polnustar.

Selama puluhan tahun, ia aktif melakukan penelitian mengenai keamanan pangan, mikrobiologi hasil perikanan, fermentasi tradisional bakasang, serta pengelolaan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil. Berbagai hasil risetnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional maupun internasional, menjadikan namanya dikenal luas di kalangan akademisi.

Tidak hanya berkutat di dunia kampus, Prof. Frans juga aktif berbagi ilmu melalui seminar, pelatihan, dan forum ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Sejak akhir 1990-an hingga kini, ia telah menjadi instruktur, pemateri, narasumber, hingga pembicara dalam berbagai kegiatan yang membahas teknologi hasil perikanan, keamanan pangan, lingkungan hidup, wilayah perbatasan, serta persoalan pertambangan di Kepulauan Sangihe.

Kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan masyarakat kepulauan menjadikan suaranya kerap hadir dalam dialog publik di berbagai media nasional maupun daerah.

Di luar aktivitas akademik, Prof. Frans dipercaya memegang berbagai peran penting dalam organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Ia menjadi Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Pniel Bahu, Ketua Perhimpunan PERMI Sulawesi Utara, anggota Komisi Lingkungan Hidup Persatuan Gereja Indonesia, Pengagas terbentuknya Resimen Mahasiswa ke 175 Polnustar dan diberi kepercayaan menjadi Anggota Kehormatan Resimen Mahasiswa Sulut, Dewan Penasehat PWI Sulawesi Utara, hingga sejumlah organisasi lainnya. Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa kapasitasnya tidak hanya diakui di lingkungan akademik, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan pelayanan masyarakat.

Produktivitas Prof. Ijong juga tercermin melalui karya-karyanya. Ia telah menulis dan menyunting berbagai buku, di antaranya Sangihe Seng Nawuluse (Sangihe Akan Tenggelam), Dari Nusa Utara ke Amerika Selatan, Mikrobiologi Perikanan dan Kelautan, serta sejumlah buku mengenai pulau-pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Baginya, ilmu pengetahuan bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sarana untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga laut, lingkungan, dan potensi wilayah perbatasan Indonesia. Hingga kini, Prof. Dr. Ir. Frans Gruber Ijong, MSc tetap menjadi salah satu tokoh akademisi yang konsisten mengabdikan hidupnya bagi pendidikan, penelitian, dan kemajuan Kepulauan Sangihe serta Indonesia. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Camat Marore: Kapal Sanus Urat Nadi Kehidupan Warga Perbatasan

25 Juni 2026 - 19:22 WITA

Gansalangi Kembali Nakhodai Polnustar Periode 2026-2030

25 Juni 2026 - 13:35 WITA

Misi Kemanusiaan KKNUI Jangkau Perbatasan Indonesia–Filipina, Bawa Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa

22 Juni 2026 - 22:26 WITA

Pemkab Sangihe Gandeng UNIMA, Perkuat SDM dan Dorong Pembangunan Daerah Perbatasan

22 Juni 2026 - 20:01 WITA

Manossoh Kagum Lihat Potensi Besar Perbatasan Indonesia-Filipina

22 Juni 2026 - 19:14 WITA

Dukung Transparansi Keuangan Kampung, Kominfo Sangihe Gandeng PMDD dan Bank SulutGo Bangun Sistem Berbasis Cloud

18 Juni 2026 - 13:04 WITA

Trending di Sangihe