Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sulut · 22 Feb 2024 12:13 WITA ·

Produksi Beras Sulut Turun, Anggota DPRD Sulut Kritisi Kinerja SDA


Produksi Beras Sulut Turun, Anggota DPRD Sulut Kritisi Kinerja SDA Perbesar

MANADO, Sulutnews.com – Legislator DPRD Provinsi Sulawesi Utara James Tuuk menyorot kondisi Bendungan Daerah Irigasi (DI) Kasinggolan yang rusak berat. Hal ini disampaikan Tuuk saat rapat dengar pendapat (RDP) Lintas Komisi bersama dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Sulut, Selasa (9/1/2024) siang di ruang Serba Guna DPRD Sulut.

“85 persen pintu air kasinggolan ini rusak padahal, ketersediaan beras di Sulut bergantung pada dua bendungan ini yaitu Bendungan Kasinggolan dan Bendungan Toraut,” kata Tuuk

Politisi PDIP ini juga mengatakan Produksi beras di dua bendungan ini turun, 48.429,6 ton per tahun. produksi beras kita turun. “Kalo dulu kita bisa memproduksi 71.220 ton per tahun, hari ini kita hanya bisa produksi 22.790,4 ton per tahun. Kalo hari ini kita bisa kejar siapa mau tanggung jawab? Untuk urusan pegawai saja tidak jelas,” ucap Tuuk dihadapan dinas PUPR, Balai Sungai dan SDA.

Legislator dua periode di DPRD Sulut ini secara tegas mengatakan agar empat bendungan yang ada di Sulut harus diaktifkan.“Republik ini kekurangan makan, sampai presiden harus lobby untuk beras. Tapi kita yang tinggal di lumbung beras menelantarkan empat bendungan besar ini,” sembur Tuuk.

Masih oleh Tuuk, pak gubernur Olly Dondokambey berupaya semaksimal mungkun membangun dua bendungan besar. “Tujuannya apa? Supaya pangan yang dimakan masyarakat sulut sebisa mungkin di produksi di sulawesi utara. Tetapi apa, dua bendungan besar kehilangan 48.429,6 ton per tahun,” ujar Legislator Dapil Bolaang Mongondow Raya ini.

Dirinya pun dengan lantang menyebut bila kegagalan produksi beras di Sulut jadi tanggung jawab Balai Sungai dan Dinas PU Sulut. Diketahui, RDP tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Andi Silangen. Dan hadir pula Legislator lainnya yaitu, James Arthur Kojongian, Berty Kapojos, Amir Liputo, Rasky Mokodompit, Youngky Limen dan Arthur Kotambunan.(josh tinungki)

 

Artikel ini telah dibaca 1,623 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

HUT ke 18, Angelia Wenas Ajak Masyarakat Bangun Kebersamaan Untuk Boltim Yang Lebih Baik

23 Juli 2026 - 21:25 WITA

Pertamina Regional Sulawesi Perluas Penyaluran Biosolar B50, Kini Tersedia di 590 SPBU di Enam Provinsi

22 Juli 2026 - 18:06 WITA

Vionita Kuerah : Perlindungan Perempuan dan Anak Merupakan Upaya Penegakan Hak Asasi Manusia

22 Juli 2026 - 12:59 WITA

Pansus Ranperda Perizinan Berusaha DPRD Sulut Target Dua Bulan Selesai

21 Juli 2026 - 22:10 WITA

DPRD Sulut Gelar Paripurna Internal, Tetapkan Usul Prakarsa DPRD Terhadap Ranperda Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

21 Juli 2026 - 05:50 WITA

APBD Sulut Tahun 2027 Wajib Alokasikan Dana Untuk Program Kesehatan Masyarakat

18 Juli 2026 - 18:56 WITA

Trending di Manado