Bitung, Sulutnews.com – Laga persahabatan antara jajaran Polairud Polda Sulut melawan Wartawan Bitung berlangsung penuh drama, tawa dan sedikit rasa iba, terutama buat sang kiper, Adit.
Bagaimana tidak, di babak awal saja, gawang yang dijaga Adit sudah seperti “tempat nongkrong” bola.
Serangan demi serangan datang tanpa permisi, sampai akhirnya Adit harus angkat tangan, minta diganti sementara.
“Saya butuh waktu… dan mungkin juga pelukan,” kira-kira begitu kalau gawang bisa bicara.
Meski sempat memberi perlawanan, tim wartawan harus rela tertinggal 2-4 di babak pertama.
Di sisi lain, Dirpolairud Bayuaji Yudha Prajas ikut turun langsung ke lapangan, dengan gaya bermain yang santai tapi tetap bikin repot lawan.
Umpan-umpannya rapi, peluang tercipta dan timnya pun unggul dengan cukup nyaman.
Masuk babak kedua, pertandingan mulai memasuki fase yang unik. Formasi berubah drastis.
Bukan karena strategi canggih, tapi karena stamina tim wartawan satu per satu “pamit undur diri”.
Alih-alih bertahan di lapangan, beberapa wartawan memilih duduk manis di pinggir, berubah fungsi jadi penonton sekaligus komentator dadakan.
Sementara di dalam lapangan, pertandingan perlahan berubah jadi “Polairud vs Polairud featuring Wartawan”.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor akhir 12-7 menutup laga dengan kemenangan telak untuk Polairud Polda Sulut.
Meski kalah angka, tim wartawan tetap unggul dalam satu hal, jumlah cerita lucu yang bisa dibawa pulang usai berlaga di salah satu lapangan futsal di bilangan Pinokalan, Kec Ranowulu. Jumat(01/05/26)
(Tzr)







