Bitung, Sulutnews.com – Kanwil Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Sulteng melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi masyarakat yang menyasar kalangan pelajar.
Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Muda Peduli HAM” ini digelar di SMP Negeri 1 Bitung pada Senin (27/04/2026) dan diikuti sekitar 900 siswa.
SMP Negeri 1 Bitung menjadi sekolah pertama di Kota Bitung yang mendapatkan kunjungan sekaligus penguatan terkait Hak Asasi Manusia pada tahun 2026.
Dalam pemaparannya, pihak Kemenham menyampaikan bahwa terdapat berbagai hak dasar yang diatur dalam UUD 1945, termasuk hak memperoleh pendidikan sebagai bagian dari hak asasi yang wajib dipenuhi.
Selain itu, ditegaskan pula bahwa setiap manusia memiliki hak untuk hidup, yang menjadi tanggung jawab negara untuk menjamin serta melindunginya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Bitung, Patmos Supari dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para pelajar.
Ia menyampaikan bahwa penguatan pemahaman HAM sejak dini diharapkan mampu menekan berbagai tindakan negatif di kalangan pelajar, seperti perundungan (bullying) dan perilaku menyimpang lainnya.
Kepala SMP Negeri 1 Bitung, Andreta Henny Lucy Mauratu menyambut positif kegiatan tersebut.
Ia menilai program ini memberikan manfaat besar bagi para pelajar.
“Yang pertama kami menanggapi ini sangat baik, luar biasa kegiatan ini karena memang belum ada yang seperti ini.
Kami sangat mengapresiasi kegiatan penguatan kapasitas hak asasi manusia bagi pelajar, karena mereka mendapatkan banyak pengetahuan ke depan agar lebih peduli dengan HAM,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan, bahkan termotivasi untuk bertanya terkait materi yang disampaikan.

Foto bersama Siswa SMP Negeri 1 Bitung usai kegiatan penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia yang digelar Kemenham Sulteng
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pelajar di sekolah kami. Harapannya ke depan ada kesinambungan, sehingga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan kembali setiap tahun.
Anak-anak membutuhkan penguatan, apalagi dalam bentuk pemberian materi dan ruang untuk bertanya mengenai HAM,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah berharap adanya kerja sama berkelanjutan dengan KemenHAM agar dapat terus memotivasi siswa melalui kegiatan serupa.
Sementara itu, Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kanwil KemenHAM Sulteng, Mirfad Basalamah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas kementerian.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan penguatan kapasitas HAM, bukan hanya bagi pelajar, tetapi juga bagi pelaku usaha, koperasi, ASN dan komunitas,” jelasnya.
Ia menuturkan, program ini dilatarbelakangi oleh masih adanya pelanggaran HAM serta pergeseran nilai-nilai etika, khususnya di kalangan generasi muda.
“Melihat kondisi tersebut, pengenalan HAM sejak dini menjadi penting. Kami ingin anak-anak memahami bagaimana hidup saling menghormati, saling menghargai, serta menerima perbedaan.
Dengan begitu, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar akan nilai-nilai HAM,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman para pelajar terkait nilai-nilai Hak Asasi Manusia, serta mendorong kesadaran sejak dini dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
(Tzr)







