Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bolmut · 16 Sep 2025 21:53 WITA ·

Pencegahan Stunting & Penangulangan Kemiskinan Di Bolmong Utara


Pencegahan Stunting & Penangulangan Kemiskinan Di Bolmong Utara Perbesar

Foto : Wakil Bupati Bolmong Utara, Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Boltara, Yani Lasama, Bapelitbang Budiyono

Bolmong Utara, Sulutnews.com – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Moh. Aditya Pontoh, S.IP pimpin rapat evaluasi semester pertama Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Boltara, bertempat di ruang rapat Dinas PPKBPPPA. Selasa (16/09/2025).

Wakil Bupati yang juga ketua TP3S Boltara dalam sambutannya mengapresiasi seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader pembangunan manusia, serta mitra kerja yang telah berkontribusi dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di Boltara, baik berupa penguatan data stunting maupun data keluarga berisiko stunting, serta berbagai bentuk bantuan dan intervensi yang dilaksanakan oleh seluruh pihak yang merupakan langkah nyata dalam mencegah sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di daerah.

Wakil Bupati juga mengingatkan terkait pentingnya sinkronisasi data antara OPD, agar nantinya prevalensi stunting dapat terukur dengan jelas dan menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran.

Dengan data yang akurat, setiap program intervensi diharapkan lebih efektif menyasar kelompok yang membutuhkan.

Selain itu, pemerintah daerah melalui Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait, Wabup  menekankan pentingnya keterlibatan langsung di lapangan.

“Dengan turun secara langsung, kondisi riil masyarakat dapat diketahui, sekaligus memastikan program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat.” Ujarnya.

Pencegahan dan penurunan stunting serta penanggulangan kemiskinan dilakukan melalui berbagai program terintegrasi yang menyasar gizi ibu hamil dan anak, sanitasi, serta peningkatan ekonomi.

Foto : Peserta Rapat Percepatan Pencegahan Stunting Bolmong Utara.

Foto : Perwakilan dari Pimpinan Puskesmas dan OPD terkait.

Kunci utamanya adalah intervensi spesifik dan sensitif di berbagai sektor, edukasi masyarakat, optimalisasi data keluarga miskin, dan pemberdayaan masyarakat. 

Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting

  • Asupan Gizi
    • Memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga usia 6 bulan.
    • Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi tinggi, terutama protein hewani untuk anak usia di atas 6 bulan.
    • Memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri dan ibu hamil. 
  • Pemantauan Kesehatan
    • Memeriksakan kehamilan secara rutin dan memberikan makanan tambahan pada ibu hamil.
    • Memantau tumbuh kembang anak di posyandu dan melakukan imunisasi. 
  • Edukasi dan Sosialisasi
    • Membangun forum untuk edukasi dan sosialisasi tentang stunting kepada remaja dan ibu hamil.
    • Menggunakan aplikasi elsimil untuk informasi kesehatan calon pengantin. 
  • Kesehatan Lingkungan
    • Membangun dan memperbaiki fasilitas sanitasi dan air bersih. 
  • Intervensi Lintas Sektor
    • Melakukan program yang terintegrasi dengan melibatkan sektor di luar kesehatan, seperti penyediaan pangan lokal, dan pengembangan ekonomi. 

Penanggulangan Kemiskinan

  • Optimalisasi Data:
    • Mengoptimalkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) di daerah untuk membantu mengidentifikasi dan menanggulangi stunting. 
  • Peningkatan Ekonomi:
    • Mendorong pembangunan dan pengembangan ekonomi hijau untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Kaitan Antara Stunting dan Kemiskinan

  • Faktor Sosial Ekonomi:
    Kemiskinan merupakan salah satu faktor sosial ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap kejadian stunting. 
  • Pendekatan Terpadu:
    Penanganan stunting tidak bisa dipisahkan dari penanggulangan kemiskinan, karena sering kali masalah gizi buruk dan kemiskinan saling terkait erat. 

Strategi Nasional dan Implementasi

  • Integrasi Kebijakan:
    Mengintegrasikan kebijakan penanggulangan stunting dengan program-program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan. 
  • Peran Pemerintah Daerah:
    Pemerintah daerah harus aktif dan memiliki peta yang jelas untuk merencanakan sarana dan prasarana serta melakukan intervensi. 
  • Keterlibatan Masyarakat:
    Melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk akademisi dan swasta, untuk menjalankan program secara akuntabel dan tepat guna. 

Turut hadir, pimpinan OPD terkait, Camat, Kepala Puskesmas, Sangadi Kepala Desa), tamu undangan lembags terkait.  *** GG

Artikel ini telah dibaca 1,463 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekjen Kemendagri & Bupati Bolmong Utara Bahas Penguatan Fiskal dan Penanggulangan Kemiskinan Struktural

9 Juni 2026 - 12:41 WITA

Kearifan Lokal Menggunakan Bahasa Daerah Kaidipang – Bolangitang

6 Juni 2026 - 20:03 WITA

Pelaksanaan BLUD UPDT RSUD Bolmong Utara Dievaluasi Secara Administrasi & Regulasi

4 Juni 2026 - 20:48 WITA

Pemda Bolmong Utara & Bank SulutGo Melaksanakan PKS Perpanjangan Sewa Lahan Untuk Fasilitas ATM

4 Juni 2026 - 14:21 WITA

Bupati Sirajudin Lasena Menyerahkan Bantuan Logistik Banjir Bandang Biau Gorontalo Utara

4 Juni 2026 - 13:03 WITA

Antrean BBM Terpanjang Tahun ini Di SPBU Boroko

3 Juni 2026 - 10:34 WITA

Trending di Advetorial